Berita Jateng
Fasilitas Layanan Vaksin Terpaksa Ditutup, Bunda Ita Minta Pasokan Lagi
Ketersediaan vaksin Covid-19 di Kota Semarang menipis bahkan sentra layanan vaksin terpaksa ditutup.
Penulis: Budi Susanto | Editor: Raka F Pujangga
TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Ketersediaan vaksin Covid-19 di Kota Semarang menipis.
Bahkan kuota vaksinasi di sentra vaksinasi yang ada terisi sepenuhnya.
Hal itu terlihat pada situs informasi pelaksanaan vaksinasi Dinkes Kota Semarang.
Baca juga: Stok Vaksin Covid-19 di Kudus Menipis, Dinkes: di Gudang Habis, Tinggal di Fasyankes
Dari situs tersebut, hanya sentra vaksinasi Rumdin Wali Kota Semarang yang masih membuka layanan.
Dari total 90 kuota vaksinasi yang disediakan terisi 89 orang.
Kuota tersebut untuk dosis ke-3 dengan jenis vaksin Pfizer.
Menipisnya stok vaksin di Kota Semarang tak hanya terjadi kali ini.
Beberapa waktu lalu Kota Semarang juga kehabisan stok vaksin.
Baca juga: Tunggu Kiriman Provinsi, Stok Vaksin Booster Kosong di Kabupaten Karanganyar
Bahkan kondisi tersebut memaksa Pemkot Semarang menutup sentra vaksinasi yang ada.
Pasokan 1.800 dosis vaksin dari Kabupaten Pemalang yang datang pekan lalu pun belum cukup untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi.
Pasalnya, rata-rata permintaan vaksinasi di Kota Semarang di angka 1.000 orang setiap harinya.
Hal itu membuat Pemkot Semarang tak hentinya mengajukan permintaan vaksin ke Pemerintah Pusat.
"Kami terus meminta pasokan vaksin dari pusat," kata Plt Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu, Minggu (23/10/2022).
Ia mengatakan angka Covid-19 di Kota Semarang juga naik.
"Data terakhir Covid-19 di Kota Semarang naik, jadi vaksinasi sangat dibutuhkan," ucap wanita yang kerap disapa Bunda Ita.
Baca juga: Resmi Diluncurkan, Vaksin Indovac Akan Diproduksi 20 Juta Dosis Pada Tahun Ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Hevearita-G-Rahayu-Saat-Ditanya-Soal-Vaksin.jpg)