Berita Jateng
Jelang Pilkades Serentak, Bupati Sragen Kunjungi Wilayah Rawan Perpecahan
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan jajaran Forkopimda mengunjungi desa-desa rawan perpecahan.
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: Raka F Pujangga
TRIBUNMURIA.COM, SRAGEN – Jelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak bersama (Serma) 19 desa, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan jajaran Forkopimda mengunjungi desa-desa rawan perpecahan.
Sedikitnya sudah ada sembilan desa yang tersebar di 11 kecamatan yang sudah dikunjungi.
Pada kesempatan itu, para calon kepala desa melakukan deklarasi damai baik lisan maupun tulisan.
Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama pada kesempatannya berharap penyelenggaraan Pilkades nanti akan terwujud pemilihan yang damai, lancar dan sukses dan akan terpilih pemimpin yang terbaik.
"Momen deklarasi damai ini saya minta tidak sekedar seremonial saja, tapi juga dilaksanakan sebaik-baiknya. Dalam deklarasi itu sudah tersirat secara lengkap dan tegas bagaimana Pilkades nanti," katanya di Balai Desa Gesi, Kecamatan Gesi.
Baca juga: Kesal Kelakuan Anaknya, Ibu di Sragen Pukul Buah Hatinya dengan Cangkul hingga Korban Tewas
Sementara itu, Bupati Yuni menyampaikan seluruh kepala desa harus siap menang dan siap kalah. Bagi yang menang harus siap mendukung siapapun yang akan menjadi pemimpin pada Pilkades mendatang.
"Semua calon Kades tidak hanya siap menang tapi juga harus siap kalah. Setelahnya siap mendukung siapapun yang menang, Pilkades selesai aman," pesannya.
Dirinya juga berpesan kepada masyarakat agar tidak terpengaruh adanya money politik untuk mempengaruhi pilihan mereka. Dirinya meminta agar masyarakat cerdas dalam memilih pemimpin.
Ditemui usai kegiatan, Yuni menekankan pada Pilkades nanti ialah Pilkades damai dan harus bisa terlaksana dengan lancar siapapun yang terpilih.
"Kami hanya datang di tempat-tempat yang berpotensi terjadi rawan, kalau yang calon kadesnya hanya berpasangan dengan suami istri kami tidak datang."
"Karena secara umum kondisi di masyarakat aman. Kalau yang head to head, calon baru itu kan agak anget jadi perlu di stressing," terangnya.
Baca juga: Jelang Pilkades Serentak, Pemkab Demak Siapkan Posko Keamanan di Setiap Desa
Terkait antisipasi money politic, Yuni mengaku memberikan penekanan kepada calon kalau menjadi Kades tidak perkara uang, karena sudah terbukti memberi uang tidak menjadi jaminan menjadi Kades.
Yuni mengatakan money politic sebenarnya kembali kepada calon dan masyarakat. Menurutnya saat ini semua calon kepada desa sudah memahami bahwa dana desa yang miliaran bukan uangnya.
"Mereka pun akan sangat berhati-hati sekali untuk jor-joran mengeluarkan uang dan itu sebagai salah satu antisipasi. Dulu dana desa bisa dikelola sendiri sekarang tidak bisa, kita sudah pakai CMS, Siskeudes jadi suhunya tidak terlalu seperti dulu," pungkasnya. (uti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Deklarasi-Damai-Calon-Kades.jpg)