Berita Jateng
Kisah Marta Bekes, Bule Hungaria Jualan Roti Kentang di Pasar Purwokerto: 2 Tahun Dagang Keliling
Marta Bekes, bule Hungaria jualan roti kentang di Pasar Pereng Purwokerto. Sebelumnya, ia sempat dagang keliling pakai sepeda selama dua tahun
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Yayan Isro Roziki
Ternyata ada sebuah perjuangan yang cukup pajang yang pernah dilewati.
Dulu jualan keliling naik sepeda angin
Sebelum punya lapak dagangan di Pasar Pereng, Marta harus berjualan secara keliling dari perumahan ke perumahan di Purwokerto menggunakan sepeda.
"Dulu ditawari orangnya pada nolak. Dua tahun pakai sepeda."
"Dua tahun berjualan dengan cara berkeliling dengan sepeda lalu dapat kios sampai sekarang," katanya.
Ibu dari tiga orang anak ini menceritakan resep utama roti tawarnya yaitu tanpa telur dan tanpa susu.
Sehingga saat kenaikan harga telur tidak terdampak padanya.
"Terigu saya terpengaruh. Terigu kemarin sempat naik tinggi."
"Rp260 ribu per karung, padahal tahun lalu Rp159 ribu," katanya.
Marta mengatakan resep utamanya adalah menjaga kualitas.
Kemudian menjaga komunikasi dengan pelanggan.
"Bisa terima pesanan, ke depan ingin mengembangkan usaha roti bakar dan saat ini sedang urus sertifikat halal," terangnya. (jti)