Berita Blora
IPB Bakal Rintis Sekolah Peternakan Rakyat di Blora
Tim Institut Pertanian Bogor (IPB) bakal merintis pendirian Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) di Blora.
Penulis: Ahmad Mustakim | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNMURIA.COM, BLORA – Tim Institut Pertanian Bogor (IPB) bakal merintis pendirian Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) di Blora.
Ini adalah tindak lanjut penandatanganan MoU antara Bupati Blora dengan Rektor IPB beberapa waktu lalu.
Tim menggelar sosialisasi kepada para Camat, Kepala Desa, dan petani peternak di hall pertemuan Hotel Al-Madina Blora, Jumat 19 Agustus 2022.
Baca juga: Pemkab Minta Mahasiswa KKN dari STAIM Bantu Cek Kondisi Kemiskinan dan Edukasi Stunting di Blora
Guru Besar Peternakan IPB, Prof. Muladno mengatakan pihaknya bersedia membantu pembangunan sektor peternakan sebab memiliki potensi besar.
“Sejak dua tahun lalu berkomunikasi dengan Pak Bupati Arief, akhirnya saya bisa berjumpa langsung disini. Terimakasih telah menjalin MoU sebagai dasar program SPR ini,” ucap Prof Muladno.
Peternakan menjadi sektor yang penting untuk mendukung terwujudnya kedaulatan pangan nasional.
Sehingga sudah seharusnya para peternak kecil di pedesaan bisa memperoleh ilmu dan pendampingan untuk mengembangkan usahanya.
“Di Indonesia ini, sebagian besar kebutuhan daging nasional dipenuhi oleh para peternak kecil di berbagai daerah yang punya sapi 2 sampai 4 ekor," terang Prof Muladno..
Sisanya baru perusahaan peternakan dimana sapinya justru membeli dari Australia.
"Maka jika kita ingin daulat daging, peternak desa-desa harus kita damping untuk berkembang. Salah satunya lewat SPR ini nanti,” sambung Prof Muladno.
Sebagai pilot project, tahap awal SPR akan dilaksanakan di Desa Palon, Kecamatan Jepon dan Desa Pengkolrejo, Kecamatan Japah.
“Jadi nanti peternak rumahan di desa itu kita kumpulkan untuk belajar bersama, sekaligus praktek. Agar peternak bisa ikut membangun industri peternakan di wilayahnya sendiri," jelas Prof Muladno.
"Untuk pembiayaan program ini insyaAllah dibantu IPB dan Kementan. Untuk pelaksanaannya akan dicarikan skema pinjaman bunga rendah, seperti yang pernah disampaikan Pak Bupati,” tambah Prof Muladno.
Prof Muladno meminta ada satu koordinator pelaksanaan pembentukan SPR di dua desa itu untuk tindak lanjutnya.
“Di dekat Blora ini ada SPR yang masih terus berjalan dan berkembang dengan baik. Yakni di Kabupaten Bojonegoro, tepatnya Kecamatan Kasiman. Mungkin nanti kita bisa melihat belajar ke sana terlebih dahulu,” lanjut Prof Muladno.
Sementara itu, Bupati Arief Rohman menyampaikan terimakasih atas kesediaannya hadir memberikan ilmu peternakan kepada peternak lokal di Blora.
“Pak Kades, dan para peternak yang sudah hadir harus bersungguh-sungguh mengikuti program ini. Nek ra berhasil nanti tak coret, tidak akan dikasih bantuan program pengembangan peternakan atau lainnya," tegas Arief Rohman.
"Harus sungguh-sungguh, apalagi program ini dibiayai oleh IPB dan Kementan," tandas Arief Rohman.
Sedangkan untuk modalnya kalau bisa nanti kita skema pinjaman bunga rendah.
"Kalau pinjaman itu ada tanggung jawab mengembalikan, namun kalau bantuan pasti habis tidak berkelanjutan,” papar Bupati.
Untuk diketahui SPR merupakan suatu kawasan tertentu sebagai media pembangunan peternakan dan kesehatan hewan yang di dalamnya terdapat populasi ternak tertentu
Yang dimiliki oleh sebagian besar pemukim di satu desa atau lebih, serta sumber daya alam untuk kebutuhan hidup ternak (air dan bahan pakan).
SPR merupakan sarana transfer ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membangun kesadaran peternak dan mendorong tindakan kolektif.
Melalui SPR, peternak berskala kecil baik individu maupun yang sudah tergabung dalam kelompok atau asosiasi didorong untuk berkonsolidasi membangun perusahaan kolektif yang dikelola secara profesional dalam satu manajemen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/ipb-ke-blora.jpg)