Jumat, 22 Mei 2026

Berita Jepara

Mural Ratu Kalinyamat Jadi Penanda Mulainya Jepara Environmental Art Biennale

Para seniman rupa Jepara berkolaborasi membuat mural bertema Ratu Kalinyamat.

Tayang:
Yunan Setiawan
Mural Ratu Kalinyamat di kawasan pusat kota, tepatnya di area Shoping Center Jepara (SCJ), Selasa, 9 Agustus 2022. Mural itu jadi penanda mulainya Biennale Jepara. 

TRIBUNMURIA.COM, JEPARA - Rangkaian agenda Jepara Environmental Art Biennale (JEAB) sudah dimulai.

Setelah meluncurkan logo, kini para seniman rupa Jepara berkolaborasi membuat mural bertema Ratu Kalinyamat.

Mural itu dibuat di salah satu sudut Kota Jepara, tepatnya di area Shopping Centre Jepara (SCJ).

Mural Ratu Kalinyamat di kawasan pusat kota, tepatnya di area Shoping Center Jepara (SCJ), Selasa, 9 Agustus 2022. Mural itu jadi penanda mulainya Biennale Jepara.
Mural Ratu Kalinyamat di kawasan pusat kota, tepatnya di area Shoping Center Jepara (SCJ), Selasa, 9 Agustus 2022. Mural itu jadi penanda mulainya Biennale Jepara. (Yunan Setiawan)

Mural bertema Ratu Kalinyamat tersebut digagas seniman rupa Jepara, Nano Warsono.

Nano Warsono menceritakan, ide mural itu dia dapatkan ketika dalam pelayaran dari Jepara menuju Pulau Karimunjawa beberapa hari sebelum mural dimulai.

Dengan tema JEAB “Ambah Pesisiran”, Nano Warsono terpantik untuk menggali ide tentang kekayaan peradaban Jepara.

“Ini adalah kick off dari JEAB yang sedang digagas kawan-kawan seniman Jepara,” kata Nano Warsono, Selasa, 9 Agustus 2022.

Saat berada di atas kapal, Nano Warsono merasakan spirit masa lalu dari Ratu Kalinyamat sebagai tonggak kejayaan Jepara.

Waktu itu, Nano Warsono membayangkan betapa hebatnya Ratu Kalinyamat pada masa kejayaannya.

“Betapa hebatnya armada laut Ratu Kalinyamat, bagaimana mereka membangun kerajaannya yang berbasis maritim. Saya rasa itu bukan hal yang gampang,” imbuh pria yang juga dosen Institut Seni Indonesia Yogyakarta itu.

Berkolaborasi dengan Rumah Kartini dan sejumlah seniman Jepara, Nano Warsono menuangkan gagasan itu dalam wujud penggambaran Ratu Kalinyamat saat geladi perang.

Digambarkan, Ratu Kalinyamat dengan penuh semangat dapat menyatukan perbedaan menjadi satu kekuatan yang tangguh.

Nano menampilkan selendang (sonder) dengan warna merah yang dominan.

Lalu dipadukan dengan warna biru dan hijau.

Gerak air seperti naga, angin dan cokelat warna tanah sebagai kekuatan alam.

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved