Selasa, 19 Mei 2026

Berita Jepara

Aktivis Lingkungan Aksi Bersih-bersih Candi Angin di Tempur Jepara, juga Tanam 100 Bibit Beringin

Aktivis Lingkungan Aksi Bersih-bersih Candi Angin di Tempur Jepara, juga Tanam 100 Bibit Beringin

Tayang:
Istimewa
Sejumlah aktivisis lingkungan gelar aksi bersih-bersih Candi Angin di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Selasa (7/6/2022). 

TRIBUNMURIA.COM, JEPARA - Candi Angin yang terletak di Dukuh Duplak, Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, dibersihkan.

Aksi bersih-bersih candi dilakukan oleh 200 aktivisi dari berbagai komunitas.

Aksi ini merupakan bentuk kepedulian pada situs penting yang dinilai tidak begitu mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Baca juga: Ombudsman Jateng Sorot Wacana Kenaikan Tarif Naik Candi Borobudur: Harus Acu UU Layanan Publik

Baca juga: Ganjar-Luhut Sepakat Tunda Rencana Kenaikan Tarif Naik Candi Borobudur

Baca juga: Pengelola Candi Borobudur Mempersiapkan Standar Layanan Wisata usai Tiket Dipatok Rp 750 Ribu

Seperti diketahui, situs Candi Angin yang terletak di lereng Muria diyakini masyarakat Jepara.

Candi Angin itu diyakini masyarakat Desa Tempur sebagai peninggalan pada masa kerajaan Kalingga yang saat itu dipimpin oleh Ratu Shima. 

Namun, berdasarkan penelitian lain, situs Candi Angin ini adalah pada masa kerajaan Majapahit.

Desa yang terletak di lereng Gunung Muria itu memanh menyimpan banyak peninggalan situs-situs purbakala. Selain Candi Angin, ada juga Candi Aso.

Ketua Panitia, Ahmad Junaidi, dari Forum Peduli Cagar Budaya Muria dan Juga Mahasiswa Universitas Terbuka Pokjar Kebangsaan Bangsri, menyampaikan tujuan aksi tersebut semata-mata untuk menjaga dan melestarikan alam di kawasan Candi Angin.

“Tujuannya, agar situs Candi Angin ini tetap terjaga, terawat."

"Ini adalah bentuk kepedulian kami sebagai generasi muda yang ikut andil dalam menjaga alam sekitar, semoga kegiatan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat tempur dan sekitar,” kata dia dalam keterangannya kepada tribunmuria.com, Selasa (7/6/2022).

Dia menjelaskan aksi yang dimulai dari rumah Mbah Jan, juru kunci Candi Angin. Kemudian dilanjutkan menuju Candi Angin. 

Di area itu juga ditanami 200 bibit pohon jambu, 100 bibit pohon beringin.

Pihaknya juga memberikan sumbangan kepada juru kunci untuk perawatan dan pengadaan paralon di sekitar Candi Angin.

“Karena paralon air banyak yang rusak, pecah, dimakan tikus,” bebernya.

Dia berharap mampu memantik semangat masyarakat umum untuk mempedulikan situs-situs penting di Jepara. (*)

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved