Rabu, 13 Mei 2026

Berita Jepara

'Pertalite Habis!', Warga Jepara Ngaku Kesulitan Dapatkan Pertalite: di Mana-mana Kosong

setelah statusnya berubah jadi bbm penugasan, kini pertalite sulit didapatkan, warga jepara kesulitan dapatkan pertalite

Tayang:
TribunMuria.com/Yunan Setiawan
Tulisan "Pertalite Habis" terpampang di dekat mesin pengisian bahan bakar minyak di SPBU Atlantis di Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Sabtu (2/4/2022). 

TRIBUNMURIA.COM, JEPARA - Tulisan terbaca "Pertalite Habis" terpampang di dekat mesin pengisian bahan bakar minyak di SPBU Atlantis di Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara.

Seorang karyawan berjaga siang itu, Sabtu (2/4/2022,) mengatakan pertalite sudah habis sejak semalam.

Pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kini sedang menunggu pengisian.

Kondisi yang sama juga ditemui Tribun Muria saat memantau SPBU di bagial selatan Kabupaten Jepara, seperti SPBU Kriyan, SPBU Krasak, SPBU Sengon, dan SPBU Nalumsari.

Empat SPBU itu menginformasikan "Pertalite sedang dalam perjalanan" atau "Mobil Tangki sedang dalam Perjalanan."

Masing-masing karyawan di SPBU tersebut mengungkapkan sejak pertamax resmi naik ke harga Rp12.500, warga ramai-ramai membeli ke pertalite.

Karena pertalite dengan per liter Rp7.650 menjadi BBM alternatif yang lebih murah dibanding Pertamax.

Hal itu dilakukan Ardi Hanggarjito (28). Dia mengakui saat ini terpaksa beralih menggunakan pertalite karena harga pertamax mahal.

Padahal sebelumnya, ia termasuk pelanggan setia pertamax.

Karena kualitas bahan bakar minyak pertamax lebih bagus untuk mesin ketimbang pertalite.

Tapi kini setelah harga pertalite dengan pertamax memiliki selisih lumayan besar.

Ia terpaksa tidak lagi menggunakan pertamax.

Menurutnya, kenaikan harga pertamax saat ini sangat mempengaruhi pengeluarannya.

"Dulu saat harga pertamax masih Rp9 ribu, uang Rp15 ribu bisa beli pertamax untuk  pergi dan pulang dari Tahunan ke Kalinyamatan dua kali."

"Sekarang dengan harga pertamax per liter Rp12.500 tidak bisa," kata warga Desa Pekalongan, Kecamatan Batelait, Kabupaten Jepara.

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved