Berita Jepara
Warga Beda Agama Hidup Rukun, Desa Plajan Didaulat Jadi Kampung Pancasila Pertama di Jepara
Warga Beda Agama Hidup Rukun, Desa Plajan Didaulat Jadi Kampung Pancasila Pertama di Jepara
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: Yayan Isro Roziki
TRIBUNMURIA.COM, JEPARA - Warga Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng), terdiri dari penganut agama yang berbeda.
Di Plajarn, terdapat tempat ibadah berbagai agama. Di antaranya adalah Pura, Musala maupun Masjid.
Warga berbeda agama tersebut hidup rukun dan damai di Plajan. Sehingga, Desa Plajan didaulat sebagai 'Kampung Pancasila' yang pertama di Jepara.
Dandim 0719/Jepara, Letkol Arh Tri Yudhi Herlambang, mengatakan kegiatan pencanangaan Kampung Pancasila ini untuk memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa keragaman suku di negeri ini bisa disatukan oleh Pancasila.
Desa Plajan, kata dia, dinilai sebagai miniatur Indonesia karena keberagaman warga setempat bisa jadi contoh untuk desa lain di Kabupaten Jepara.
“Penduduk Plajan ini cukup majemuk, karena terdiri dari berbagai suku dan agama."
"Sedangkan toleransinya begitu kuat,” kata dia, Jumat (25/3/2022).
Dia menerangkan Desa Plajan Kampung Pancasila pertama di Jepara.
Kampung Pancasila ini akan menjadi pelopor untuk menanggulangi radikalisme dan intoleransi.
Tidak hanya Plajan, lanjutnya, seluruh desa dan kelurahan menyusul untuk menjadi kampung Pancasila.
Diinstruksikan kepada Danramil, segera membentuk satu Kampung Pancasila yang menjadi binaan di wilayah masing-masing.
“Beberapa wilayah sudah mulai ada gerakan radikalisasi yang disinyalir akan berusaha menggantikan ideologi kita saat ini."
"Tidak hanya TNI, tokoh adat, camat, petinggi, pemuda harus bahu-membahu agar Pancaasila tetap kokoh berdiri di bumi Nusantara," kata dia.
Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Lukita Sudi Asmara mengatakan Desa Plajan memang pantas dijadikan sebagai percontohan Kampung Pancasila. Kondisi daerah ini sangat kondusif.
Kendati 90 persen warganya beragama Islam, sepuluh persen sisanya beraga Hindu, Kristen, dan Budhha. Mereka sangat menghargai tolerasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/plajan-kampung-pancasila-jepara-plajan.jpg)