Jumat, 29 Mei 2026

Rombongan Wisata Kudus Kecelakaan

Ada Kecelakaan Bus Wisata MI Miftahul Ma'arif, Pengawas Madrasah Kudus Imbau Karyawisata Ditunda

Pengawas Madrasah Kaliwungu Kemen‎ag Kabupaten Kudus meminta seluruh madrasah yang hendak melaksanakan karyawisata harus ditunda.

Tayang:
Penulis: Raka F Pujangga | Editor: Moch Anhar
Dok Bhabinsa Desa Tlahab Lor
Kecelakaan lalu lintas tunggal Bus Pariwisata PO Kalingga yang mengangkut rombongan wisata MI Miftahul Maarif Kudus, terjadi di dekat jalur penyelamat ruas jalan raya Bayeman, Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Kamis (3/3/2022) pukul 04.00 WIB. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Seluruh madrasah yang hendak melaksanakan karyawisata harus ditunda.

Hal itu disampaikan Pengawas Madrasah Kaliwungu Kemen‎ag Kabupaten Kudus, Ahmad Atiq, saat dihubungi TribunMuria.com, Kamis (3/3/2022).

Dia menyampaikan, ‎kejadian kecelakaan rombongan karyawisata dari MI Miftahul Ma'arif bisa menjadi pelajaran. 

"Saya sudah sampaikan lewat grup madrasah agar tidak ada yang melaksanakan karyawisata. Harus ditunda, jangan dilaksanakan," katanya.

Baca juga: Korban Kecelakaan Bus Wisata di Purbalingga Mayoritas Warga Kaliwungu Kudus, Begini Kata Kades

Baca juga: Jalur Tengkorak Minim Rambu, TKP Kecelakaan Rombongan MI Miftahul Maarif Kudus di Purbalingga

Atiq menyampaikan, saat ini belum mendapatkan informasi adanya madrasah yang sudah menyusun rencana untuk menggelar karyawisata.

"Belum ada madrasah lain yang berencana karyawisata," jelasnya.

Kegiatan yang digelar MI Miftahul Ma'arif itu merupakan ziarah dari Demak, Pekalongan dan terakhir ke Purbalingga.

"Itu memang kegiatan rutin dari satuan pendidikan, jadi tidak ada izin. Kalau izin, ya tidak boleh," ucapnya.

Saat ini, sejumlah siswa yang selamat dari kecelakaan tersebut sudah diperkenankan untuk pulang.

Sekitar pukul 16.30, rombongan sudah sampai di Kabupaten Kendal dan diperkirakan tiba di sekolah sekitar pukul 19.00.

"Perkiraan pukul tujuh malam sudah sampai di sekolah," ucapnya.

Sedangkan korban terluka yang dilaporkan sebanyak 21 orang masih berada di rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif.

"‎Informasinya 21 orang yang terluka, kebanyakan guru karena duduk di depan. Sedangkan siswa banyak yang selamat," ujarnya.

Baca juga: Mardijanto Terpilih Sebagai Ketua DPC Demokrat Kudus, Ini Target yang Akan Dibidiknya dalam Pemilu

Baca juga: Mantan Kades Mindahan Jepara Kasman Kembalikan Uang Hasil Korupsi Rp100 Juta

Dari kejadian itu, pihaknya mendapatkan laporan empat orang mengalami patah tulang sehingga perlu tindakan operasi.

"Empat orang diinformasikan sudah dilakukan tindakan operasi. Ada yang mengalami patah tulang tangan dan kaki," jelas Atiq. (*)

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved