Berita Jateng
Soal Larangan Truk ODOL, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Perhatikan Aspirasi Sopir Truk
Heri meminta agar pemerintah daerah memperhatikan secara serius apa yang disuarakan oleh para sopir ini.
Penulis: Hermawan Endra | Editor: M Zaenal Arifin
"Ini demi efesiensi bisnis mereka,” kata Politisi Gerindra itu.
Penerapan pelarangan truk ODOL memang perlu dilaksanakan, karena menyangkut keselamatan angkutan barang serta pengguna jalan lainnya.
"Namun yang diperlukan, sekali lagi adalah sosialisasi".
"Berikan pemahaman pada para pengusaha dan sopir truk akan masalah, sebab-akibat, dan aturan hukumnya".
"Memang sudah banyak terjadi kecelakaan yang disebabkan truk remnya blong, karena beban yang diangkut melebihi tonase yang telah ditetapkan".
"Tentu ini sangat memprihatinkan, apalagi sampai menimbulkan korban jiwa,” katanya.
Selain itu, dengan dilarangnya truk melebihi tonase dan ukuran ini maka kerusakan jalan bisa diminimalkan.
Salah satu penyebab jalan kerap mengalami kerusakan karena kualitas jalan tidak sebanding dengan ukuran dan berat kendaraan yang melintas.
“Ke depan memang aturan ini sangat penting, namun penerapannya harus dilakukan secara bertahap,” katanya.
Sementara itu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, sudah berkomunikasi dengan sejumlah sopir truk dan menerima masukan-masukan.
“Kemarin sudah ada masukan, beberapa kawan juga komunikasi langsung dengan saya".
"Memang ada beberapa catatan yang diberikan terkait kebijakan pelarangan truk ODOL ini,” kata Ganjar.
Menurutnya, keseimbangan terkait kebijakan tersebut memang harus dijaga.
Kementerian Perhubungan sebagai penanggungjawab diminta segera melakukan sosialisasi terkait kebijakan itu.
“Maka kebijakan ini perlu disosialisasikan, sehingga semua bisa sepakat".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Heri-Pudyatmoko.jpg)