Relokasi Pasar Johar Terbakar

Kesaksian Penjaga, Detik-detik Munculnya Api Penyebab Kekabakaran Relokasi Pasar Johar Semarang

Kesaksian Penjaga, Detik-detik Munculnya Api Penyebab Kekabakaran Relokasi Pasar Johar Semarang. detik-detik kabakaran relokasi pasar johar

Penulis: Iwan Arifianto | Editor: Yayan Isro Roziki
TribunMuria.com/Iwan Arifianto
Tim Labfor Polda Jateng saat melakukan olah tempat kejadian di Relokasi Pasar Johar Semarang, di Kota Semarang, Kamis (3/2/2022). 

TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Kesaksian penjaga keamanan Relokasi Pasar Johar, mengungkap detik-detik munculnya api yang menyebabkan ratusan kios pedagang ludes dilalap si jago merah.

Pihak keamanan relokasi Pasar Johar Semarang menyebut sumber api pertama kali muncul di blok F4.

Di blok tersebut diisi para pedagang buah jeruk.

"Iya sumber api muncul pertama kali di titik itu," terang keamanan Pasar Imam Supriyadi, Kamis (3/2/2022).

Baca juga: Potret Pedagang Pasar Johar: 6 Tahun 2 Kali Jadi Korban Kebakaran, Kisnadi dan Sakdiyah Pingsan

Baca juga: Hanguskan Ratusan Kios di Relokasi Pasar Johar, Api Kali Pertama Muncul Diduga dari Blok F

Baca juga: Kronologi Lengkap Kebakaran Kapal Ikan di Pelabuhan Pelindo Tegal, 17 Kapal Hangus Terbakar

Ia menuturkan, ketika melihat api pertama kali tersebut saat sedang kontrol rutin.

Sewaktu keliling itu, ia melihat api muncul di blok F4.

Posisinya melihat api dari pinggir jalan atau dari jarak agak jauh.

"Waktu aku lihat kondisi api sudah agak membesar," terangnya.

Selepas itu, ia pun mencari bantuan.

Ia memanggil seorang teman keamanan lainnya.

Mereka kedua kembali ke titik api dengan bermodal satu Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

"Sampai sini lagi api sudah membakar kios-kios lainnya," bebernya.

Api yang membesar itu lantas langsung melumat dua blok pasar tersebut.

Du blok pasar tersebut mempunyai luasan sekira dua lapangan sepak bola.

Ia lantas menghubungi korlap keamanan pasar terkait kejadian itu.

"Kami lalu juga menghubungi Damkar Kota Semarang dan polisi," jelasnya.

Ia menjelaskan, saat kejadian pasar dijaga oleh empat orang yang masuk shift sore.

Dua bertugas di depan dan dua lainnya keliling.

"Kami ada tiga shift, pagi, sore dan malam."

"Shift malam tiga orang. Shift pagi dua orang," katanya. 

Ia menyebut, tak ada orang yang mencurigakan sebelum maupun saat kebakaran. 

"Gak ada, kami yang keliling maupun yang jaga di depan gak melihat orang mencurigakan," ungkapnya. 

Pengamatan TribunMuria.com di lapangan tim Labfor Polda Jateng masih melakukan olah tempat kejadian. 

Garis polisi terpasang di blok F4 yang diduga yang menjadi titik munculnya api. 

Para pedagang tampak mengevakuasi sisa-sisa barang dagangan mereka yang masih bisa diselamatkan. 

3 jam hanguskan ratusan kios

Kobaran api yang melahap Relokasi Pasar Johar di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), di Kota Semarang, Rabu (2/2/2022) akhirnya padam.

Amukan si jago merah bisa dijinkkan setelah 146 petugas pemadam kebakaran (damkar) diterjunkan ke lokasi.

Kepala Damkar Semaran,g Agus Harmunanto, mengataka api bisa dipadamkan pada sekitar pukul 22.00.

"Setelah berjam-jam, sektiar tiga jam, kami bekerja keras memadamkan api, tadi pukul 22.00 api sudah bisa sudah padam," katanya, kepada TribunMuria.com.

Petugas Damkar yang diback-up penuh oleh pihak TNI-Polri dan jajaran relawan Semarang, kini masih fokus dalam proses pendinginan api.

Ia menyebut, proses pendinginan bisa saja memakan waktu panjang.

Sebab, barang yang terbakar mayoritas berupa kain  dan kayu yang tak mudah padam begitu saja.

"Kalau bahan itu lama kalau jadi bara sehingga kami tak ada patokan waktu untuk melakukan pendinginan api agar tak muncul sumber api baru."

"Bisa saja sampai besok pagi tentu siap," ungkapnya.

Ia mengatakan, blok yang terbakar meliputi blok E dan F.

Blok E meliputi blok E1 sampai E8.

Begitupun blok F dari blok F1 sampai F8.

"Luasnya kami tak bisa menyebut karena itu kewenangan pihak pasar," bebernya.

Damkar Semarang mengerahkan seluruh armada berjumlah 10 unit, water canon 3 unit.

Adapula bantuan dari daerah penyangga seperti Kendal,Kabupaten Semarang, Demak, Kudus, Salatiga.

Daerah penyangga tersebut mengirimkan masing-masing dua unit Damkar.

"Personel untuk daerah kami sendiri ada 146 orang, belum lagi dari daerah lain," tuturnya.

Pengamatan TribunMuria.com di lapangan, alat berat dari Dinas PU Kota Semarang diterjunkan untuk merobohkan bangunan yang terbakar.

Dirobohkan bangunan itu supaya petugas Damkar mudah dalam proses pendinginan api. (Iwn)

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved