Berita Kudus
Target PAD Dispudbar Kudus Kurang Rp1,625 Miliar, Ini Sektor Unggulan yang Digenjot
PAD Disbudpar Kudus baru mencapai 58,36 persen, setara Rp2,275 miliar dari target Rp3,9 miliar, masih kurang Rp1,625 miliar.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: Yayan Isro Roziki
Sektor penginapan atau vila wisata meliputi Graha Muria Colo, Pondok Wisata Colo, dan Vila Colo ditarget berkontribusi sebesar Rp 301 juta untuk peningkatan PAD.
Sementara sektor penyumbang PAD terbesar yakni Rp 2,8 miliar diambil dari tempat rekreasi dan olahraga.
Yaitu UPTD pengelola objek wisata meliputi pengunjung wisata Colo, Taman Ria, Krida Wisata, waterpool, dan tugu identitas.
Serta UPTD museum dan taman budaya seperti Museum Kretek dan tempat wisata lainnya.
"Khusus Museum Kretek ditarget Rp 237,5 juta, baru terealisasi 138,8 juta atau 58,45 persen.
Untuk Museum Purbakala Patiayam saat ini belum ditarget PAD," jelasnya.
Mutrikah menambahkan, objek wisata Colo masih menjadi tumpuan pendapatan PAD melalui portal masuk, parkir teminal wisata Colo, hingga penginapan Graha Muria.
Pihaknya bakal gencar melakukan promosi destinasi wisata yang ada di Kota Kretek, dengan tujuan untuk menarik kunjungan wisatawan dari berbagai daerah.
Utamanya destinasi wisata yang ada di lereng Gunung Muria yang mengalami perkembangan cukup pesat.
Baik dari segmen wisata alam, desa wisata, hingga wisata kuliner.
"Pengembangan wisata di desa wisata penyangga, akan jadi multiplier effect untuk peningkatan ekonomi bagi masyarakat sekitar," ujarnya.
Koordinator Museum Situs Purbakala Patiayam Kudus, Jamin mengatakan, Museum Patiayam saat ini sudah dilakukan pembenahan.
Gedung baru museum sudah dilakukan penataan mencapai 60 persen.
Total saat ini sudah ada 200-an fosil atau koleksi yang dipajang di gedung baru dan gedung lama Museum Purbakala Patiayam.
Hanya saja, kata Jamin, gedung baru belum dibuka secara resmi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/koleksi-Museum-Purbakala-Patiayam-Kudus-Senin-2882023.jpg)