Jumat, 10 April 2026

Ganjar Pamitan

Aspirasi Masyayikh se-Indonesia, Ganjar Kaji Program Insentif Guru Agama di Tingkat Nasional

Ganjar Pranowo menerima aspirasi masyayikh se-Indonesia agar program insentif guru agama yang telah berjalandi Jateng dapat diterapkan secara nasional

|
Istimewa
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menghadiri silaturahmi masyayikh se-Indonesia di Pondok Pesantren At Taujieh Al Islamy 2 Andalusia, Kabupaten Banyumas, Sabtu (26/8/2023). 

TRIBUNMURIA.COM, BANYUMAS - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menghadiri silaturahmi masyayikh se-Indonesia di Pondok Pesantren At Taujieh Al Islamy 2 Andalusia, Kabupaten Banyumas, Sabtu (26/8/2023).

Silaturahmi bersama para masyayikh dari berbagai penjuru nusantara ini merupakan pertemuan kedua yang dihadiri Ganjar. Sebelumnya Ganjar juga bersilaturahmi dengan masyayikh se-Indonesia di Kabupaten Rembang, pada Rabu (17/7) silam.

Dalam kesempatan itu, Ganjar banyak sharing dan menerima masukan berbagai hal dari para masyayikh. Di antaranya adalah program insentif untuk kesejahteraan guru keagamaan yang diinisiasi Ganjar dan telah berjalan di Jawa Tengah, agar bisa diterapkan secara nasional.

“Jawa Tengah sudah melakukan itu, usulannya adalah bagaimana kalau ini ditingkatkan ke level nasional. Saya kira ini ide yang sangat baik,” kata Ganjar, dalam keterangannya.

Program insentif guru keagamaan telah digagas Ganjar sejak tahun 2019 di Jateng. Tahun 2023 ini, Ganjar menganggarkan Rp277 miliar sebagai insentif untuk 230.830 penerima manfaat dari 5 agama berbeda, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha.

Dengan rincian penerima di antaranya guru agama Islam 223.373 orang, Kristen 5.651 orang, Katolik 1.089 orang, Hindu 548 orang, dan Buddha 169 orang. Jumlah penerima meningkat, di mana pada tahun 2022 penerimanya adalah 211.455 orang.

Bantuan tersebut merupakan komitmen Ganjar dalam mengupayakan kesejahteraan terhadap guru agama. Dari program insentif ini, setiap guru mendapatkan Rp1,2 juta per tahunnya.

“Kita mesti memperhatikan mereka (guru keagamaan). Para ulama, guru ngaji, guru agama itu bisa kita titipi nilai-nilai budi pekerti yang mesti disampaikan kepada anak-anak. Anak asuhnya,” kata Ganjar.

Ganjar pun menyambut baik aspirasi yang disampaikan para masyayikh sebagai program kerja Indonesia ke depannya. Ganjar berharap aspirasi tersebut bisa ditindaklanjuti.

“Tentu kami senang mendapat masukan ini, mudah-mudahan beberapa akan bisa kita tindak lanjuti. Setidaknya yang ada di wilayah Jawa Tengah sampai dengan 5 September 2023, yang harus kita perbaiki, kita perbaiki,” kata Ganjar.

Selain soal insentif guru keagamaan, para masyayikh juga menyampaikan aspirasi terkait sosial kemasyarakatan. Salah satunya persoalan pupuk bersubsidi.

“Tadi bicara soal kelangkaan pupuk. Maka ini ada kekurangan dari sisi subsidi, maka rasa-rasanya kebijakan perpupukan mesti dirombak betul. Data petani harus sudah ada,” tandas Ganjar.

“Ini awareness dan kepedulian dari ulama-ulama, dengan masukan tadi sangat luar biasa. Ternasuk tadi bagaimana mengelola pendidikan yang ada di Kemenag dan yang ada di Kemendikbud,” sambungnya.

Adapun ulama yang hadir pada acara 'Silaturahmi Masyayikh se-Indonesia' itu antara lain KH Zuhrul Anam Hisyam (Banyumas), KH Ibnu Mukti (Purwokerto), KH Ahmad Yunani (Banyumas), KH Imdadurrohman Mustolih (Cilacap), KH Fatkhurrahman (Banyumas).

Kemudian, KH Khakim Anaesaburi (Banjarnegara), KH Makhasin Mustamir (Banjarnegara), dan KH Agus Abdulloh (Cilacap), KH Abdussomad dan KH Misbakhul Ghorib (Kebumen), KH Umar Fatah (Purbalingga), dan KH Abror Mushodiq (Purbalingga).

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved