Berita Pati
Lilik 'Si Raja Midas' dari Juwana, Sulap Limbah Logam Jadi Aksesori Interior Bernilai Tinggi
Lilik Teguh Prasetya 'Si Raja Midas' dari Juwana, Pati, ahli sulap limbah logam dari bengkel jadi aksesori interior bernilai tinggi.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: Yayan Isro Roziki
TRIBUNMURIA.COM, PATI - Bak Raja Midas yang bisa mengubah benda yang dia sentuh menjadi emas, Lilik Teguh Prasetya, warga Desa Pajeksan, Kecamatan Juwana, Pati, bisa "menyulap" aneka limbah besi atau logam menjadi ornamen aksesori interior bernilai ekonomi tinggi.
Benda-benda logam limbah bengkel, antara lain rantai, pelek, busi, setang, piston/seher, kawat, per, mur, dan baut, bisa dia ubah menjadi pajangan estetik berbentuk orang-orangan, kap dan dudukan lampu, miniatur mobil dan motor, miniatur hewan, bahkan papan dan buah catur.
Hasil karya Lilik yang dilabeli “Opal Interior Accessories” ini antara lain bisa dilihat di showroom Mahya Craft, Jalan Penjawi nomor 57 Pati.
Adapun produksinya dilakukan di Jalan Pajeksan nomor 121 Juwana.
Lilik mulai menekuni usaha kerajinan pada 1998 lalu. Sebelum membuat produk daur ulang limbah besi, dia hanya memproduksi kap dan tempat lampu.
Beberapa tahun belakangan dia mulai membuat kerajinan daur ulang logam.
“Ide awalnya muncul saat saya lihat banyak barang dari limbah besi tidak terpakai. Kami coba untuk bikin sesuatu yang bernilai tinggi."
"Di Juwana, di depan rumah kebetulan ada bengkel, limbahnya banyak dan tidak dimanfaatkan."
"Berhubung saya bergerak di bidang kerajinan, tidak ada salahnya kami buat sesuatu untuk dekorasi rumah,” kata dia pada TribunJateng.com beberapa waktu lalu.
Untuk mendapatkan suplai bahan-bahan limbah logam, Lilik kemudian bekerja sama dengan sejumlah pemulung yang mengumpulkan limbah dari bengkel-bengkel.
Lilik menyebut, ketika awal menekuni kerajinan daur ulang besi, dalam menentukan bentuk ornamen, dia terinspirasi kearifan lokal.
Karena itu dia membuat kreasi orang-orangan berbentuk penjual nasi gandul yang membawa pikulan, penjual dawet, dan sebagainya.
Adapun dalam perkembangannya, pembeli bisa meminta desain sesuai keinginan. Tentu disesuaikan dengan bahan yang ada.
“Kami juga buat kerajinan rajutan kawat. Kebanyakan bentuk-bentuk hewan, di antaranya gajah, macan, kura-kura, ikan, dan bebek."
"Kalau ukurannya besar, kami juga pakai kawat baru. Kalau yang kecil campuran bahan bekas dan baru,” jelas dia.
| Sudewo Tolak Mundur, Demo Besar-besaran Tuntut Bupati Pati Lengser Ricuh |
|
|---|
| DPRD Pati Bentuk Hak Angket dan Buka Peluang Pemakzulan Bupati Sudewo |
|
|---|
| Sudewo Batalkan Kenaikan PBB 250 Persen, Warga Pati Tetap Gelar Aksi Demo |
|
|---|
| YDIB Gelar Vaksinasi Influenza dan Beri Susu untuk Anak Pekerja BRI Pati: Penting Jaga Kesehatan |
|
|---|
| Viral Warga Pati Temukan Uang Dibungkus Plastik di Kali, Berikut Pengkuan Romdloni |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Lilik-Teguh-Prasetya-menunjukkan-kerajinan-olahan-limbah-logam-Opal-Craft.jpg)