Jumat, 22 Mei 2026

Berita Jateng

Cuaca Ekstrem Selama Februari 2023, 13 Orang Tewas di Perairan Jateng, Polairud: 17 Kecelakaan

Cuaca eksterm Februari 2023, picu 17 kecelakaan di perairan Jawa Tengah, Polairud Polda Jateng mencatat, peristiwa ini telah 13 korban jiwa.

Tayang:
Penulis: Iwan Arifianto | Editor: Yayan Isro Roziki
Istimewa Basarnas Cilacap
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian terhadap korban tenggelam di laut. 

TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Cuaca ekstrem yang terjadi selama Februari 2023 menyebabkan angka kematian di perairan Jawa Tengah meningkat.

Data dari Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Tengah selama bulan tersebut tercatat sebanyak 17 kejadian di perairan dengan 13 orang meninggal dunia.

Penyebab korban meninggal dunia didominasi lantaran anak buah kapal (ABK) sakit saat berlayar.

"Iya korban paling banyak yakni ABK yang meninggal dunia karena sakit di atas kapal," ucap Dirpolairud Polda Jateng, Kombes Hariadi kepada Tribun, Jumat (3/3/2023).

Angka kasus kematian tersebut menjadi perhatian Ditpolairud sebab di tahun lalu saja untuk kasus serupa terdapat 54 korban.

Pihaknya telah melakukan komunikasi dengan nahkoda dan pemilik kapal untuk memperhatikan kondisi ABK yang ikut berlayar.

Apalagi saat ini kondisi sedang cuaca ekstrem yang menjadi pangkal beberapa kejadian kecelakaan perairan terutama di laut.

"Kami ada kegiatan rembug nelayan untuk mensosialisasikan keselamatan ABK, termasuk penyediaan life jacket  harus ada, jangan sampai diabaikan," ucapnya.

Tak hanya itu, lanjut Hariadi, pihaknya memberikan informasi kepada para nelayan terkait prakiraan cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang dirilis BMKG.

Namun, karena berkaitan dengan mata pencaharian seringkali para nelayan mengabaikan.

Terutama nelayan harian yang berlayar hanya satu malam saja. 

Padahal sudah beberapa kali terjadi peristiwa nahas di laut akibat nelayan nekat berangkat ketika cuaca ekstrem seperti kejadian di Demak belum lama ini.

Perahu nelayan tersebut dihantam ombak hingga menyebabkan nelayan jatuh ke laut.

Perahu ditemukan di perairan Jepara. Sedangkan mayat korban di temukan di perairan Kendal.

"Kami imbaua saat cuaca buruk hati-hati tapi lebih baik menunggu dulu cuaca reda tidak usah melaut," tuturnya.

Kejadian kecelakaan yang melibatkan kerusakan kapal juga terjadi di perairan Jateng seperti kapal kandas, larat dan terbalik.

Tiga peristiwa tersebut terjadi di perairan Cilacap, Jepara, dan Tegal.

"Semua faktor cuaca ekstrem," tandasnya. (Iwn)

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved