Berita Jateng
Ini Kota Haji Kota Salatiga, Tidak Ada Pembatasan Usia Jemaah
Kuota sementara calon jemaah haji asal Salatiga sekitar 200 orang. Namun untuk angka pastinya masih harus menunggu proses verifikasi Kemenag
Penulis: Hanes Walda Mufti U | Editor: Muhammad Olies
TRIBUNMURIA.COM, SALATIGA – Kuota sementara calon jemaah haji asal Salatiga sekitar 200 orang. Namun untuk angka pastinya masih harus menunggu proses verifikasi yang dilakukan Kementrian Agama.
Musim haji tahun ini, Indonesia mendapat kuota sebanyak 221.000 orang.
Angka tersebut merupakan kuota untuk Indonesia sebelum pandemi Covid-19.
“Untuk Kota Salatiga mendapatkan kuota sekitar 200 jemaah haji,” kata Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Salatiga, Taufiqur Rahman kepada Tribunjateng.com, Rabu (1/2/2023).
Menurutnya dengan jumlah kuota jemaah haji itu dapat mengurangi daftar antrian di Kota Salatiga.
Jika mengacu kuota normal nasional sebanyak 221.000 per tahun maka daftar tunggu jemaah haji Jawa Tengah kurang lebih 32 tahun.
“Ya dapat mengurangi waiting list jemaah,” jelasnya.
Baca juga: SAH! Timotius Suryadi Jabat Sekda Karanganyar Gantikan Sutarno
Baca juga: SAH! Timotius Suryadi Jabat Sekda Karanganyar Gantikan Sutarno
Baca juga: Pedangdut Blora Yeni Inka Paling Banyak Diputar di YouTube Indonesia, Kalahkan BLACKPINK dan BTS
Untuk kriteria jemaah haji yang akan berangkat ke tanah suci, kata Taufiqur Rahman, tidak ada pembatasan apapun.
"Tahun 2023, penyelenggaraan haji akan jatuh pada Juni," jelasnya.
Menurut Taufiqur Rahman sampai sekarang belum ada calon jemaah haji yang mengundurkan diri.
“Setoran awal sejumlah 25 juta. Adapun besaran pelunasan menunggu keputusan pemerintah dan DPR di tahun berjalan. Sedangkan cicilan tidak dikenal dalam regulasi penyelenggaraan ibadah haji,” imbuhnya. (han)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Jemaah-haji-melaksanakan-tawaf-atau-mengitari-Kabah-masjidil-haram-2601.jpg)