Berita Blora
Realisasi APBD Blora 2022 Rendah, Ketua DPRD Blora Minta Pemkab Peringatkan Rekanan
Serapan anggaran di Blora rendah. Ketua DPRD Blora, Dasum, minta Pemkab Blora beri peringatan proyek-proyek yang progresnya lamban.
Penulis: Ahmad Mustakim | Editor: Yayan Isro Roziki
TRIBUNMURIA.COM, BLORA – Serapan anggaran di Blora rendah. DPRD minta Pemkab Blora beri peringatan proyek-proyek yang progresnya lamban.
Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Blora 2023 dinilai masih rendah.
Realisasi APBD Blora per tanggal 22 November 2022) masih di angka Rp1,73 triliun, atau sekitar 67,4 persen dari total APBD sekitar Rp2,57 triliun.
Ketua DPRD HM Dasum meminta Pemkab Blora untuk memacu serapan anggaran di tahun 2022 ini yang tinggal hitungan 1,5 bulan.
Dasum mengatakan, kondisi itu perlu peningkatan kinerja agar realisasi APBD dapat tercapai.
Dasum mengaku telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak eksekutif membahas hal tersebut dan meminta segera memacu agar penyerapan di tahun 2022 segera terselesaikan.
”Karena apa, ini sudah mendekati akhir tahun. Untuk proyek-proyek yang belum jadi, pada saatnya nanti kita minta PU untuk langsung memberikan peringatan."
"Itu perlu, agar pelaksanaannya tepat waktu," ucap HM Dasum kepada tribunmuria.com, Rabu (23/11/2022).
Diketahui, serapan terendah berada pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora.
Dinas tersebut baru merealisasikan Rp135,4 miliar dari total anggaran Rp377,08 miliar atau baru terserap 35,91 persen.
Dasum meminta kepada DPUPR agar memberikan peringatan hingga sanksi kepada rekanan yang terbukti pelaksanaan pekerjaannya molor.
Hal itu dilakukan agar pelaksanaan pekerjaan bisa tepat waktu.
Dasum juga mengaku telah meminta data proyek pekerjaan mana saja yang masih belum diselesaikan dengan baik.
Juga proyek mana saja yang sudah diperingatkan oleh pejabat pembuat komitmen di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah.
”Setelah mendapatkan data-data tersebut, kita kemudian turun. Kendalanya di mana. Harus kita pacu supaya dia juga cepat selesai,” tegas Dasum.
Lambatnya proses penyerapan itu menurutnya juga berpengaruh pada perekonomian masyarakat kota samin ini.
Dasum berharap agar pekerjaan segera diselesaikan dengan baik dan penyerapan bisa disegerakan.
”Yang paling penting kan kalau itu sudah terakomodir, bisa berjalan sesuai regulasinya, keuangan bisa turun ke bawah."
"Minimal perekonomian lingkungan bisa naik lah,” jelas Dasum.
Disinggung soal temuan di lapangan, Dasum mengaku masih terkait batching plant.
"Rata-rata batching plant, terbatas. Untuk cor-cor batching plant yang ada di sini terbatas."
"Akhirnya dia tidak bisa cepat, itu juga bisa," ungkap Dasum.
Terkait perencanaan agar hal serupa tidak kembali terjadi di tahun depan, pihaknya tengah melakukan ancang-ancang.
"Kalau bisa ini harus kita selesaikan semua. jadi anggaran 2023 harus kita mulai ancang-ancang. kita mulai ngebut untuk anggaran 2023 ini kita nglembur terus. tidak hari minggu tidak hari Sabtu kita kerja," papar Dasum.
"Infrastruktur yang belum selesai, kita selesaikan. biarpun semuanya belum tentu selesai di 2023, tapi minimal untuk jalan bisa bagus dulu," pungkas Dasum.
Bupati sidak proyek perbaikan jalan
Sebelumnya, Bupati Blora Arief Rohman melakukan sidak proyek jalan yang masih proses dibangun di tahun 2022 ini.
Arief Rohman menegaskan meminta rekanan yang mengerjakan proyek, agar semuanya selesai sesuai target.
"Ya ketika ada kegiatan di wilayah, sekalian saya selalu turun cek pembangunan jalan. Seperti kemarin saat ke Kunduran dan Bogorejo," terang Arief Rohman, Senin (14/11/2022).
"Berdialog dengan masyarakat sekitar lokasi pembangunan dan diskusi dengan rekanan serta para pekerja di lapangan," sambung Arief Rohman.
Ia berkeliling ke sejumlah proyek pengerjaan jalan, mulai ruas Kunduran - Doplang dan ruas Jalan Gayam - Sendangrejo Kecamatan Bogorejo yang dilakukan Jumat (11/11/2022) lalu.
"Hasilnya, ada beberapa yang sudah selesai tinggal menunggu masa pengeringan rigid beton."
"Ada yang masih separuh rigid beton, separuh baru dirangkai rangka besinya."
"Kita minta pekerjaan dilaksanakan sesuai target. Jangan molor. Karena masyarakat sudah merindukan jalan yang baik," tegas Arief Rohman.
Untuk diketahui, pembangunan Jalan Kunduran - Doplang yang disidak Bupati menelan anggaran APBD 2022 senilai Rp7,3 miliar.
Sedangkan Jalan Jepon - Bogorejo total anggarannya sebesar Rp9,2 Miliar.
Arief Rohman tidak hanya proyek pembangunan jalan dari anggaran APBD 2022 murni, melainkan sidak sejumlah proyek pembangunan jalan yang anggarannya dari APBD Perubahan 2022.
Tercatat ada beberapa proyek jalan yang anggarannya dari APBD perubahan saat ini sedang dikebut penyelesaiannya.
Seperti pembangunan Jalan Sambongwangan - Gembyungan, dan beberapa jalan kabupaten yang ada di wilayah perbatasan Blora - Bojonegoro.
"Kita berharap bulan Desember nanti semuanya selesai dikerjakan, baik yang APBD murni maupun APBD Perubahan 2022."
"Tahun depan pembangunan infrastruktur akan kita lanjutkan. Prioritas kami tetap infrastruktur sesuai aspirasi masyarakat, diikuti bidang lainnya," jelas Arief Rohman.
Terpisah, Suheri, salah satu warga Bogorejo, mengaku senang dan mengucapkan terimakasih kepada Bupati atas dibangunnya jalan Jepon - Bogorejo hingga Sendangrejo.
"Terima kasih Pak Bupati, jalannya sudah dibangun dengan rigid beton. Semoga berkelanjutan karena masih ada beberapa titik yang belum tersentuh beton," ucap Suheri.
"Kami optimis Pak Bupati bisa melanjutkan pembangunan Blora yang lebih baik. Warga Bogorejo sangat berterimakasih."
"Apalagi ini merupakan jalur utama penghubung Blora – Tuban (Jawa Timur)," ungkap Suheri. (kim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/dasum-ketua-dprd-blora-1.jpg)