Berita Kudus

Artsotika Muria 4 Dimulai Besok, Pelaku Seni Rupa Buat Mural Pendidikan di Japan Kudus

Event bertajuk Artsotika Muria 4 dengan tema 'Ngreksa Bumi Banyu Mili' kembali digelar di Kabupaten Kudus mulai besok, 25-27 November 2022. 

Penulis: Saiful MaSum | Editor: Raka F Pujangga
TRIBUNMURIA/SAIFUL MA'SUM
Perupa asal Jepara sedang melukis mural di SD 2 Japan dalam rangka memeriahkan Artsotika Muria 4 dengan tema 'Ngreksa Bumi Banyu Mili' di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Kamis (24/11/2022). 

TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Event bertajuk Artsotika Muria 4 dengan tema 'Ngreksa Bumi Banyu Mili' kembali digelar di Kabupaten Kudus

Kegiatan tahunan yang melibatkan para seniman dari Kabupaten Kudus, Pati, dan Jepara ini kembali diadakan mulai besok, 25-27 November 2022 yang dipusatkan di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

Panitia pelaksana kegiatan, Ardy Nugraha mengatakan, Artsotika Muria kali ini merupakan yang keempat kalinya diselenggarakan.

Baca juga: Gelar Pentas Seni Pesta Budaya Nusantara, SD Shalom Semarang Usung Keragaman Bangsa

Sebelumnya, Artsotika Muria pertama digelar di Kabupaten Kudus, dilanjutkan Pati, Jepara, dan kembali lagi ke Kabupaten Kudus

Dia melanjutkan, dalam event ini melibatkan berbagai seniman, mulai dari teater, musik, pelaku seni rupa, dan berbagai komunitas seni ikut andil.

Juga diikuti masyarakat umum dalam rangka menghidupkan kesenian dan kebudayaan di tiga kabupaten.

"Tujuan kegiatan ini untuk menonjolkan dan mengembangkan keunggulan daerah yang ada di sekitar Gunung Muria," terangnya, Kamis (24/11/2022).

Ardy menjelaskan, Artsotika Muria tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan. Selain workshop Eco-print dan dolanan anak-anak, juga diisi pembuatan mural oleh para perupa dari Kudus, Pati, dan Jepara. 

Seni melukis mural difokuskan di dinding-dinding sekolah dengan tema pendidikan untuk memberikan warna baru.

Di antaranya adalah Sekolah Dasar (SD) 2 Japan. 

Baca juga: Pentas Seni Hingga Talkshow Meriahkan Pekan UMKM di ALun-alun Blora

Selain itu, lanjutnya, juga diadakan kegiatan melukis on the spot dan pameran karya-karya seni.

Event ini melibatkan para seniman dan masyarakat umum agar kesenian dan kebudayaan masyarakat tidak hilang. 

"Kegiatan ini untuk nguri-uri budaya masyarakat di sekitar Gunung Muria. Misal, kalau ada budaya tari, ditampilkan. Prinsipnya menampung dan memberi kesempatan seni budaya apapun untuk bisa tampil," jelasnya. (Sam)

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved