Berita Jateng
Seusai Gema Salawat, Kiai dan Santri di Cilacap Dukung Ganjar Presiden 2024
Kiai, santri dan jaringan pengurus pondok pesantren di Cilacap gelar dukung Ganjar Presiden 2024, setelah gema salawat di Ponpes Bahrus Shofa.
Penulis: Pingky Setiyo Anggraeni | Editor: Yayan Isro Roziki
TRIBUNMURIA.COM, CILACAP - Kiai, santri dan jaringan pengurus pondok pesantren (ponpes) di Cilacap menggelar 'Gema Selawat dan Doa Bersama untuk Negeri' di Popes Bahrus Shofa, Adipala, Kabupaten Cilacap, Jateng, kemarin malam.
Seusai gema salawat, para kiai, santri, dan jaringan pengurus ponpes menggelar deklarasi dukung Ganjar Presiden 2024.
Aspirasi para kiai, santri dan pengurus ponpes tersebut disalurkan melalui wadah Relawan Santri Dukung Ganjar (SDG).
"Ini merupakan bentuk ikhtiar kami agar mendapatkan pemimpin terbaik bagi bangsa."
"Usai menilik sejumlah tokoh nasional, kami sepakat mendukung Pak Ganjar, karena sosoknya yang begitu dekat dan peduli dengan kami (kalangan pesantren)," ucap Koordinator Wilayah SDG Jateng, Gus Mukti Abdul Jabir, dalam keterangannya Senin (12/4/11/22).
Gus Mukti menyebut, kepedulian Ganjar dibuktikan lewat optimalisasi pengembangan pendidikan pesantren maupun pemberdayaan santri di Jateng.
Baik menggunakan APBD maupun dana zakat ASN. Salah satu di antaranya adalah program Bisyaroh (pembinaan) penghafal Al-Qur'an.
Program ini bukan hanya untuk warga Jateng saja, tetapi bagi santri seluruh Indonesia yang menuntut ilmu di Jateng.
Sejak 2019 sampai saat ini, terdapat 1.732 hafiz dan hafizah yang sudah mendapatkan bisyaroh sebesar Rp1 juta per orang.
Ganjar juga bekerjasama dengan Baznas Jateng untuk menghimpun zakat ASN.
Sebanyak Rp57 miliar dana zakat berhasil dihimpun, dan dialokasikan untuk merehabilitasi pondok pesantren, masjid, madrasah, dan pemberian beasiswa.
"Karena banyak gebrakan dan program Pak Ganjar yang menyentuh kalangan pesantren dengan memanfaatkan APBD dan zakat, seperti Bisyaroh bagi Tahfiz Quran, merehabilitasi pesantren, masjid, beasiswa, dan juga insentif pengajar agama."
"Kami percaya program-program itu bisa diaplikasikan secara nasional bila Pak Ganjar menjadi Presiden," ungkap Gus Mukti.
Sekadar informasi, dalam acara tersebut, diselipkan doa dalam peringatan ke-40 hari Tragedi Kanjuruhan.
Doa bersama tersebut untuk mendoakan korban yang meninggal maupun masih dalam perawatan dalam tragedi Kanjuruhan.