Berita Jateng
Minat Baca Buku Terus Menurun, Pemilik Toko Buku Samudera: Sejak Ada Internet
Minat membaca buku itu terus menurun seiring perkembangan zaman, dengan lahirnya media digital.
Penulis: Khoirul Muzaki | Editor: Raka F Pujangga
Ia bersyukur, dari pameran-pameran yang dia ikuti, ada tambahan pemasukan.
Meski tak semua pameran yang dia ikuti membawa keuntungan. Ia tetap bergantung pada beruntungan.
Seperti pada pameran buku di Batang beberapa waktu lalu, Surip mengaku bisa meraup keuntungan karena even itu ramai pengunjung.
Di pameran buku pada acara bertajuk Gelar Buku dan Budaya Rakyat Sukoharjo di alun-alun Satya Negara saat ini, ia pun berharap ramai pembeli.
Baca juga: Beri Pesan Literasi, Duta Baca Indonesia Bagikan Cerita di Kabupaten Blora
"Kalau di Batang kemarin ramai yang beli. Di Sukoharjo pengunjungnya juga ramai, tapi masih jarang yang mampir beli buku, " katanya
Pandemi menjadi ujian terberat bagi kelangsungan usahanya. Ini lantaran pemerintah melarang berbagai kegiatan yang mengundang kerumunan, termasuk pameran buku.
Tak ayal, selama dua tahun pandemi, ia tak bisa mendapatkan pemasukan dari pameran.
Padahal sebelum pandemi, ia bisa mengikuti pameran dua kali dalam sebulan.
Kini, seiring dengan kasus covid yang melandai, even pameran buku diizinkan kembali digelar.
Ini menjadi angin segar bagi penjual buku seperti Surip untuk kembali bangkit. Meskipun, pameran buku yang digelar belum sesering dulu.
"Pas pandemi vakum karena pameran buku dilarang, " katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Pameran-buku-di-Gelar-Buku-dan-Budaya-Rakyat.jpg)