Berita Jateng
Zamroni Harapkan Museum RA Kartini Bisa Naik Tipe A Saat Hari Museum Nasional
Museum RA Kartini diharapkan menjadi rumah belajar atau pusat belajar bagi seluruh masyarakat Jepara.
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: Raka F Pujangga
TRIBUNMURIA.COM, JEPARA - Sejumlah acara telah dilaksanakan untuk meramaikan Hari Museum Nasional yang jatuh pada, Rabu, (12/10/2022).
Acara seminar batik, kesenian ukir, dan gerabah telah diadakan di Museum RA Kartini, beberapa hari lalu.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara, Zamroni Lestiaza mengatakan, keberadaan museum RA Kartini merupakan momentum untuk memperkuat edukasi sejarah bagi pengunjung dan seluruh masyarakat Jepara.
Baca juga: Museum Jenang Kudus Pamerkan 35 Koleksi Kaligrafi Karya Putra Daerah
Tidak hanya, kegiatan ini juga untuk mengenalkan potensi wisata yang ada di Jepara.
“Museum itu dimaknai sebagai rumah belajar atau pusat belajar. Kita juga kenalkan potensi wisata melalui Museum FA Kartini," kata Zamroni saat menghadiri Hari Museum di Museum RA Kartini.
Zamroni Leztiaza menceritakan sejarah Museum RA Kartini Jepara dibangun di pusat kota. Luasnya mencapai 5210 meter persegi dan luas bangunan 890 meter persegi.
Museum ini didirikan 30 Maret 1975 pada masa pemerintahan Bupati Soemarno Djojowardowo.
Sementara peresmiannya dilakukan pada 21 April 1977 oleh Bupati Soedikto.
Renovasi Museum RA Kartini dilakukan selama tiga tahun.
Baca juga: Beri Perhatian untuk Temuan situs Purbakala Patiayam, Pemkab Kudus Bangun Museum yang Layak
Pada 2016 untuk renovasi Ruang I. Ruangan ini menyimpan koleksi barang-barang RA Kartini.
Kemudian 2017 renovasi Ruang II, dan 2018 renovasi bagian luar serta Ruang III.
"Sekarang bangunan dan interiornya sudah bagus. Semoga semakin banyak wisatawan dari luar yang ingin belajar tentang sejarah Pahlawan Emansipasi Wanita, Raden Ajeng Kartini," harapnya
Lebih Lanjut, Zamroni juga mengungkapkan pada 2022, Museum RA Kartini mampu menaikkan statusnya menjadi Museum terstandarisasi Tipe B, dari semula Tipe C pada tahun 2019.
Hal ini berdasarkan evaluasi standarisasi museum oleh Kemendikbudristekdikti. Sesuai dengan standarisasi, museum telah memiliki SDM yang telah lolos uji kompetensi sesuai dengan standar BNSP.
"Saya berharap ada dukungan dari semua pihak. Sehingga bisa naik tingkat menjadi Tipe A," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Kepala-Disparbud-Jepara-Lihat-Pameran-Foto-di-Museum-Jepara.jpg)