Berita Jepara
Mural Ratu Kalinyamat Jadi Penanda Mulainya Jepara Environmental Art Biennale
Para seniman rupa Jepara berkolaborasi membuat mural bertema Ratu Kalinyamat.
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNMURIA.COM, JEPARA - Rangkaian agenda Jepara Environmental Art Biennale (JEAB) sudah dimulai.
Setelah meluncurkan logo, kini para seniman rupa Jepara berkolaborasi membuat mural bertema Ratu Kalinyamat.
Mural itu dibuat di salah satu sudut Kota Jepara, tepatnya di area Shopping Centre Jepara (SCJ).
Mural bertema Ratu Kalinyamat tersebut digagas seniman rupa Jepara, Nano Warsono.
Nano Warsono menceritakan, ide mural itu dia dapatkan ketika dalam pelayaran dari Jepara menuju Pulau Karimunjawa beberapa hari sebelum mural dimulai.
Dengan tema JEAB “Ambah Pesisiran”, Nano Warsono terpantik untuk menggali ide tentang kekayaan peradaban Jepara.
“Ini adalah kick off dari JEAB yang sedang digagas kawan-kawan seniman Jepara,” kata Nano Warsono, Selasa, 9 Agustus 2022.
Saat berada di atas kapal, Nano Warsono merasakan spirit masa lalu dari Ratu Kalinyamat sebagai tonggak kejayaan Jepara.
Waktu itu, Nano Warsono membayangkan betapa hebatnya Ratu Kalinyamat pada masa kejayaannya.
“Betapa hebatnya armada laut Ratu Kalinyamat, bagaimana mereka membangun kerajaannya yang berbasis maritim. Saya rasa itu bukan hal yang gampang,” imbuh pria yang juga dosen Institut Seni Indonesia Yogyakarta itu.
Berkolaborasi dengan Rumah Kartini dan sejumlah seniman Jepara, Nano Warsono menuangkan gagasan itu dalam wujud penggambaran Ratu Kalinyamat saat geladi perang.
Digambarkan, Ratu Kalinyamat dengan penuh semangat dapat menyatukan perbedaan menjadi satu kekuatan yang tangguh.
Nano menampilkan selendang (sonder) dengan warna merah yang dominan.
Lalu dipadukan dengan warna biru dan hijau.
Gerak air seperti naga, angin dan cokelat warna tanah sebagai kekuatan alam.
Kemudian, latar belang motif flora yang diambil dari Masjid Mantingan Jepara juga disuguhkan.
Melalui mural itu, Nano Warsono ingin menampilkan spirit memunculkan keberanian.
Lalu menumbuhkan kembali semangat Jepara sebagai kota seni dan maritim.
“Spiritnya memang untuk mengobarkan kembali semangat cinta tanah Jepara. Spirit membangkitkan kekuatan maritim melalui seni secara kolektif,” terang Nano Warsono.
Sementara itu, Ketua Panitia JEAB, Taufiqur Rohman, berharap agar mural Ratu Kalinyamat atau Rainha de Japara, itu dapat menjadi pemantik rangkaian JEAB yang sudah digagas.
“Ini akan menjadi penanda semangat teman-teman perupa maupun pelaku seni budaya di Jepara menyukseskan gelaran JEAB,” kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Mural-Ratu-Kalinyamat.jpg)