Berita Jateng
Momen 10 Sura, Warga Desa Samban Kendal Gelar Kirab dan Ritual di Sendang
Di Kabupaten Semarang, warga Desa Samban, Bawen, memperingati masuknya Sura dengan menggelar tradisi Grebeg Gunung Kendalisodo.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: Moch Anhar
TRIBUNMURIA.COM, KAB SEMARANG - Bagi masyarakat Jawa, Bulan Sura atau dalam penangggalan Islam disebut Muharram, memiliki makna tersendiri.
Di Kabupaten Semarang, warga Desa Samban, Bawen, memperingati masuknya Sura dengan menggelar tradisi Grebeg Gunung Kendalisodo.
Tradisi itu dipusatkan di sebuah mata air yang oleh warga setempat disebut Sendang Cupumanik.
Di mata air itu, warga juga melakukan penjamasan Garuda Pancasila, dengan makna mensucikan diri, melambangkan persatuan dan mengharapkan kesejahteraan.
Baca juga: Angkat Pertunjukan Seni Tradisional, Pokdarwis Unjuk Cempaka Suro Fest 2022 Bumijawa Kab Tegal
Selain itu, warga juga mengikuti upacara, ritual dan kirab atau arak-arakan di sekitar perbukitan yang dinamai Kendalisodo.
Warga menggelar kegiatan itu biasanya pada 10 Muharram tiap tahunnya, yang mana kali ini diadakan pada Minggu (7/8/2022).
Upacara Grebeg Kendalisodo tersebut juga bertumpu pada kepercayaan yang berkaitan dengan tokoh pewayangan Hanoman.
Konon, Hanoman pernah bertapa dan menjaga wilayah tersebut.
“Maknanya yaitu bersyukur kepada Gusti (Tuhan, red), selain itu mengharap keselamatan, kemakmuran.
Kami ungkapkan tak hanya bentuk lisan, namun seperti ini.
Mohon maaf, ritual sebagai perantara, namun kita tetap berharap pada Tuhan Yang Maha Esa,” ungkap juru kunci sendang tersebut, Rabin.
Terkait dengan makna Garuda Pancasila yang dijamas, Rabin menerangkan bahwa hal tersebut menggambarkan perjuangan para pahlawan dahulu dalam memerdekakan Republik Indonesia.
“Yang sudah dititipkan para pendahulu, kita jaga, agar selalu adil dan makmur,” imbuhnya.
Baca juga: Gairahkan Seni Budaya, TP PKK Batang Gelar Lomba Tari Tradisional Khas Daerah
Acara itu diikuti oleh berbagai kalangan, termasuk anak-anak yang turut meramaikan desa tersebut.
Diadakan juga pertunjukan kesenian seperti tarian-tarian, kuda lumping dan lain-lain.
Para penjual jajanan keliling juga memenuhi permukiman dan jalan-jalan yang dilalui kirab. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/88-WARGA-Desa-Samban.jpg)