Istri TNI Ditembak

Polisi Sita 2 Motor Pelaku Penembakan Istri TNI: Semua Teridentifikasi, Menyerahlah Baik-baik

Polisi Sita Motor Pelaku Penembakan Istri TNI, Kapolrestabes: Semua Teridentifikasi, Kami Minta Menyerah Baik-baik

Penulis: Iwan Arifianto | Editor: Yayan Isro Roziki
TribunMuria.com/Iwan Arifianto
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irawan Anwar, bersama tim gabungan menunjukkan dua sepeda motor yang dugunakan para pelaku dalam aksi penembakan terhadap istri TNI di Banyumanik, beberapa waktu lalu. Dua motor tersebut disita dari dua tempat terpisah: yakni di Sampangan, Kota Semarang dan Mranggen, Demak. Polisi menggelar jumpa pers terkait perkembangan penanganan kasus ini di Mapolrestabes Semarang, Jumat (22/7/2022). 
  • Polisi menemukan dan menyita dua sepeda motor yang digunakan pelaku saat beraksi menemba istri TNI di Semarang.
  • Motor tersebut berupa Beat dan Ninja, masing-masing ditemukan di Mranggen dan Sampangan.
  • Polisi menyebut, sudah mengetahui motof dan identitas semua pelaku. "Semua sudah teridentifikasi, menyerahlah baik-baik," kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irawan Anwar.

TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Polisi menyampaikan update kasus penembakan istri TNI di  Jalan Cemara III, Keluarahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Semarang, yang sudah memasuki hari kelima.

Perkembangan terakhir polisi menemukan dua motor yang digunakan oleh para pelaku dalam aksi penembakan tersebut.

Kedua motor dititipkan para pelaku di masing-masing temannya.

Baca juga: Ciri-ciri Penembak Istri TNI di Jalan Cemara Semarang Disebar, Polisi: Mereka Bukan Orang Terlatih

Baca juga: Polisi Sebut Pelaku Penembakan Istri TNI di Semarang 4 Orang, Sudah Intai Korban, Tunggu di Gapura

Baca juga: Istri Tentara di Semarang Ditembak di Depan Rumah, Polisi-TNI Bentuk Tim Khusus Lakukan Penyelidikan

Dua motor tersebut berupa Beat Street hitam dan Kawasaki Ninja hijau.

"Kendaraan disita dari rumah teman para pelaku."

"Motor ini (Ninja) disita di Jalan Pamularsih, Sampangan."

"Sementara ini (Beat) di Sayung, Demak," jelas Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irawan Anwar, Jumat (22/7/2022).

Motor berhasil ditemukan oleh tim gabungan TNI-Polri.

Motor tersebut sempat dimodifikasi untuk mengelabui petugas.

Terutama warna cat motor Kawasaki Ninja yang sebelumnya hijau terang diubah hijau agak gelap.

"Diubah untuk menghilangkan jejak tapi tim masih terus berusaha menangkap para pelaku," paparnya.

Irwan menyebut, pihaknya  sudah menemukan pola yang mengerucut, sehingga sudah memastikan motif para pelaku.

Sayangnya, ia tak mau membeberkan motif pelaku dengan dalih para pelaku belum tertangkap.

Selain itu, polisi telah mampu mengidentifikasi pelaku baik pelaku intelektual maupun eksekutor.

"Hasil olah TKP ada empat pelaku. Rumah sudah tahu, teman sudah tahu."

"Kami minta mereka menyerahkan secara baik-baik," tuturnya.

Di samping itu, ia mengatakan, temuan di lapangan seperti proyektil peluru sudah diserahkan ke laboratorium Forensik untuk diteliti secara teori balistik.

Barang itu akan diuji apakah selaras dengan senjata yang  digunakan.

"Senjata Kaliber 9 mm , peluru sudah ketemu senjata masih kita cari," ujarnya.

Ditembak di depan rumah, seusai jemput anak

Sebelumnya diberitakan, ibu-ibu anggota persatuan istri tentara (Persit) di Kota Semarang, ditembak orang tak dikenal (OTK) di depan rumahnya.

Berdasar penuturan saksi, istri TNI itu didor (ditembak, red) di depan rumah korban di Jalan Cemara III nomor 7, RT 8/RW 3, Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Senin (18/7/2022).

Rekaman CCTV menunjukkan, korban ditembak di depan rumahnya seusai menjemput sang anak pulang dari sekolah. 

Pada rekaman tersebut terlihat ada dua pelaku berboncengan menggunakan sepeda motor Ninja tanpa pelat nomor.

Kedua pelaku memacu kendaraannya kencang saat melakukan penembakan.

Pelaku tunggu korban di gapura dekat rumah

Saksi lainnya Agus Riyanto sebelum kejadian melihat terduga pelaku duduk di sebelah gapura, tak jauh dari rumah korban sekitar pukul 10.00.

Dia melihat ada tiga orang duduk di lokasi tersebut dan motor Ninja berwana hijau.

"Tiga orang duduk di situ mainan ponsel. Saya melihat ketika mau pulang," tuturnya.

Ia merasa curiga adanya tiga orang tersebut akan melakukan transaksi jual beli.

Dirinya melihat sepeda motor ninja tersebut tanpa plat nomor.

"Motornya tidak ada plat nomornya. Saya kira transaksi jual beli motor bodong," tandasnya.

(Iwn)

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved