Berita Jepara

Geliat Pahitnya Kopi Robusta Sumanding, Penjualan Meningkat, Banyak Dilirik Konsumen Luar Jepara

Geliat Pahitnya Kopi Robusta Sumanding, Pembeli Meningkat, Banyak Dilirik Konsumen Luar Jepara

TribunMuria.com/Yunan Setiawan
Suparjo, petani kopi di Desa Sumanding, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, memamerkan produk kopi olahannya yang siap jual, Sabtu (16/7/2022). Pengakuannya kopi tersebut banyak diminati oleh pembeli dari luar Jepara. 

TRIBUNMURIA.COM, JEPARA - Petani kopi di Desa Sumanding, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, dari tahun ke tahun mengalami peningkatan jumlah penjualan.

Peminatnya juga banyak dari luar kota. Hal ini membuat perniagan kopi di desa tersebut bergeliat.

Pelaku usaha kopi di Sumanding, Suparjo, menceritakan pada tahun pertama memulai bisnis kopi, ia bisa menjual 50 kilogram (Kg) kopi dalam satu bulan.

Memasuki tahun kedua, penjualannya terus meningkat. Dalam satu bulan ia bisa menjual 80 kilogram kopi.

“Tahun ketiga malah bisa menjual 1 kuintal kopi,” kata dia kepada tribunmuria.com, Sabtu (16/7/2022).

Menurut Suparjo, keunggulan kopi asal Sumanding itu terletak pada rasa pahitnya.

Tidak heran banyak orang yang kepincut membeli kopi robusta dari desa tersebut.

Selama ini kopi robusta olahannya memang paling banyak laku dibanding arabica.

Pembelinya kerap dari daerah Yogyakarta dan kota-kota besar lainnya.

Dia mengakui banyak orang dari luar Jepara lebih mengenal kopi dari Desa Tempur, Kecamatan Keling.

Karena desa tersebut sebagian besar penduduknya bekerja di sektor kopi.

Berharap dukungan kebijakan dari pemerintah

Kendati demikian, ia mengungkapkan soal rasa, kopi Sumanding bisa bersaing.

Setiap waktu di rumahnya, Suparjo sibuk meladeni pembeli yang datang dari beragam kalangan.

Selain dari warga setempat, pembeli juga berasal dari pemilik-pemilik kedai kopi di tempat wisata di Jepara.

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved