Berita Kudus
Latih Kerja Sama Tim, SMPN 5 Kudus Gelar Kompetisi Mobile Legend, Kepsek: Lebih Baik Diarahkan
Latih Kerja Sama Tim, SMPN 5 Kudus Gelar Kompetisi Mobile Legend, Kepsek: Lebih Baik Diarahkan
Penulis: Raka F Pujangga | Editor: Yayan Isro Roziki
Namun pihaknya sudah menerangkan kepada orang tua terkait alasan sekolah yang mengizinkan pertandingan e-sport Mobile Legend.
"Ada oran tua yang mempertanyakan juga, tapi sudah kami berikan penjelasan," ucapnya.
Pertandingan tersebut juga dapat disaksikan secara langsung lewat akun Youtube SMP 5 Kudus.
Guru Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK), Muhammad Daffa Nugraha menjelaskan, setiap pemain bebas menggunakan skin sesuai keinginan.
Namun, pemain dilarang untuk berbicara kotor atau mengejek lawan pemain yang kalah.
"Apabila melanggar bisa didiskualifikasi langsung. Baik itu berbicara langsung atau lewat komentar," kata dia.
Pemenang, akan mendapatkan hadiah berupa diamond yang berkaitan dengan game Mobile Legend.
Sementara itu, Devdan Haidar, siswa kelas 7A menyambut baik pertandingan tersebut karena bisa menambah semangat belajar.
"Ada kompetisi ini jadi penambah semangat juga, bisa memotivasi saat ke sekolah," ujar dia.
Pada kompetisi ini, dia tidak ikut bertanding karena bertugas menjadi komentator permainan.
Dalam sistem kompetisi ini menggunakan sistem gugur satu kali pertandingan. Sehingga tim yang kalah tidak akan bisa melanjutkan babak berikutnya.
"Sistem gugur, satu pertandingan. Perkiraan sekitar 30 menit setiap pertandingannya," ujar dia. (raf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Siswa-SMPN-5-Kudus-mengikuti-kompetisi-Mobile-Legend.jpg)