Berita Temanggung

Bisnis Reparasi Sofa dan Perabot Rumah Milik Wisnu Kewalahan Layani Order saat Menjelang Lebaran

Bisnis Reparasi Sofa dan Perabot Rumah Milik Wisnu Kewalahan Layani Order saat Menjelang Lebaran

Istimewa
Wisnu dibantu karyawannya tengah mereparasi perabot pesanan dari konsumennya, di tempat usahanya, turut Kampung Temanggung Lor, Kelurahan Temanggung II, Kecamatan/Kabupaten Temanggung. 

TRIBUNMURIA.COM, TEMANGGUNG – Beragam cara dilakukan masyarakat untuk menyabut hari raya Idulfitri atau Lebaran.

Saat lebaran, warga lazimnya saling mengunjungi handai taulan, tetangga, kerabat mapun keluarga.

Tradisi ini, di masyarakat Temanggung disebut 'ujung'.

Tak jarang, warga mempercantik rumah mereka atau memperabahrui perabot yang ada di dalamnya, agar tampak lebih nyaman untuk menyambut para tamu.

Bagaimana bila tak ada anggaran untuk membeli perabot baru?

Reparasi perabot bisa menjadi altenatif pilihan. Bisnis milik Wisnu Tian Saputro (32) di Kampung Temanggung Lor, Kelurahan Temanggung II, Kecamatan/Kabupaten Temanggung, misalnya.

Lokasi usaha rekondisi berbagai meubel dan perabot rumah tangga lain miliknya ini semakin ramai diserbu pelanggan tatkala menjelang perayaan Lebaran seperti ini.

Menurutnya, pelanggan lebih memilih rekondisi daripada membeli perabot baru lantaran masalah selisih biaya hingga faktor kualitas yang jauh lebih baik.

Di hari biasa ia mengaku rata-rata hanya menerima 2 sampai 3 orderan saja per bulan, namun sejak sebulan sebelum Lebaran pesanan melonjak berkali lipat menjadi 9 bahkan belasan orderan saban harinya.

“Saya sampai kewalahan kalau mau Lebaran seperti ini. Karena peningkatan pesanan dari pelanggan bisa empat kali lipat dibanding hari biasa,” jelasnya, Jumat (29/4/2022).

Menurutnya, mayoritas pesanan yang masuk adalah perabot seperti sofa, kursi sudut, springbed, kasur busa, dan dipan box.

Pelanggan biasa meminta jasa servis maupun rekondisi lantaran kondisi rangka kayu yang sebagian masih dalam kondisi baik, hanya busa, karet, dan covernya saja yang telah rusak dan usang.

Khusus untuk cover, ia biasa menggunakan bahan jenis Oscar, Vinile, dan Blundru guna menyulap sofa bekas menjadi baru kembali.

“Ada yang meminta servis secara satuan atau bisa satu set penuh. Rata-rata mereka lebih memilih menservis karena kondisi rangka kayunya masih bagus. Jadi sayang kalau harus beli baru hanya untuk Lebaran,” imbuhnya.

Terkait biaya jasa rekondisi tersebut, Tian biasa mematok tarif mulai Rp2 juta hingga Rp2,5 juta tergantung ukuran, tingkat kerusakan, bahan, dan model permintaan pelanggan masing-masing.

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved