Berita Jepara
Mengupas RMP Sosrokartono, Wartawan yang Jadi Sosok Penting di Balik Perjuangan Kartini
Mengupas RMP Sosrokartono, Wartawan yang Jadi Sosok Penting di Balik Perjuangan Kartini
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: Yayan Isro Roziki
TRIBUNMURIA.COM, JEPARA - Raden Mas Panji (RMP) Sosrokartono merupakan kakak kandung Raden Ajeng (R.A.) Kartini.
Putra dari pasangan Raden Mas Adipati Aria (R.M.A.A.) Sosroningrat (Bupati Jepara tahun 1881 – 1905) dan Nyai Ajeng Ngasirah ini, memiliki peran penting di balik kesuksesan adiknya dalam mengukir sejarah perjuangan bangsa.
Tercatat dalam sejarah, ajaran-ajaran R.M.P. Sosrokartono tentang agama, pendidikan, serta nasionalisme tak kalah luar biasa dengan pemikiran sang adik.
Hal itu mengemuka pada seminar “Raden Mas Panji Sosrokartono: Sang Mandor Klungsu yang Mendunia”, Sabtu (23/4/2022) di aula Museum R.A. Kartini Jepara.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Zamroni Lestiaza, yang mewakili bupati membuka seminar tersebut menuturkan, dalam catatan sejarah R.M.P. Sosrokartono menguasai banyak bahasa asing.
Selain seorang wartawan perang, kakak R.A. Kartini ini juga mempunyai kemampuan sebagai tabib. “Beliau merupakan orang yang mempunyai peran penting dalam perjuangan R.A. Kartini,” tuturnya.
Melalui kegiatan yang juga disiarkan langsung lewat akun Instagram @museumkartinijpr, harapannya dapat menjadi spirit warga Jepara. Membangkitkan kembali rasa syukur serta bangga terhadap daerah.
Karena dari kabupaten ini banyak melahirkan sosok yang luar biasa. Seperti Ratu Kalinyamat, R.A. Kartini dan R.M.P. Sosrokartono.
Sehingga menjadi inspirasi bagi warga Jepara maupun kepada masyarakat luas. “Warga Jepara patut berbangga mempunyai tokoh-tokoh hebat yang bisa dijadikan inspirasi maupun teladan,” kata dia.
Seminar itu diikuti kurang lebih 60 peserta, terdiri dari pelajar, guru, mahasiswa, komunitas pemerhati sejarah, dan media.
Narasumber yang dihadirkan adalah R.A. Asri Miminingtyas dari keluarga R.M.A.A. Sosroningrat, dan Dosen Sejarah Undip Semarang Dr. Alamsyah serta dimoderatori Muhammad Olies.
Acara tersebut merupakan rangkaian kegiatan peringatan ke-143 Hari Kartini, dan juga bertepatan dengan HUT ke-45 Museum R.A. Kartini Jepara.
R.A. Asri Miminingtyas mengatakan Sosrokartono merupakan sosok yang sangat berbakti pada orang tuanya, terlebih ibunya Nyai Ngasirah. Sepulang dari Eropa, Sosrokartono menemui ibunya yang saat itu tinggal di Salatiga.
Ada sejumlah hal dari Sosrokartono yang selama ini belum diketahui publik. Ia mencontohkan soal Sosrokartono yang menemui dan sekaligus belajar selama beberapa tahun kepada pendiri NU KH Hasyim Asy'ari.
Selain itu ada juga soal wejangan dari Sosrokartono yang hingga kini masih tersimpan di rumah keluarga besar yang ada di Salatiga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/seminar-sosrokartono.jpg)