Berita Temanggung
Skak! Serunya Ngabuburit Anak-anak Sekolah Catur Benteng Bhumi Phala, Tunggu Buka Asah Kemampuan
Skak! Serunya Ngabuburit Anak-anak Sekolah Catur Benteng Bhumi Phala, Tunggu Buka Asah Kemampuan
TRIBUNMURIA.COM, TEMANGGUNG – Sejumlah anak di Temanggung ngabuburit atau menunggu waktu berbuka sembari bermain catur atau skak.
Bukan hanya sekadat iseng. Anak-anak bermain catur seara serius. Ya, mereka adalah pada siswa Sekolah Catur Benteng Bhumi Phala.
Selain menghabiskan waktu menunggu buka puasa, kegiatan ini juga sebagai ajang berlatih dan mengasah kemampuan jelang gelaran Pra Porprov Jateng.
Kegiatan tersebut digelar rutin setiap sore di bulan Ramadan dengan berkumpul di Aula SMP Negeri 6 Temanggung untuk berlatih dan berujicoba tanding melawan sesama rekan.
Kendati sebagian dari murid tersebut tengah menjalankan ibadah puasa, namun hal itu tak menyurutkan semangat dan keseriusan mereka dalam menjalankan bidak catur dengan strategi yang selama ini mereka pelajari.
Kepala Sekolah Catur Benteng Bhumi Phala Temanggung, Adi Nurtanto, menjelaskan di bulan Ramadan ini pihaknya sengaja tidak meliburkan para siswanya agar dapat terus melatih dan mengasah kemampuan para siswa.
“Apalagi setelah Lebaran besok berbagai event kejuaraan akan digelar salah satunya adalah Pra Porprov."
"Kita tetap menggelar latihan tiga kali dalam seminggu, yakni hari Selasa, Jumat dan Minggu, sambil menunggu buka puasa,” ujarnya, Kamis (21/4/2022).
Lebih jauh ia menjelaskan, Sekolah Catur Benteng Bhumi Phala sendiri telah berdiri sejak tahun 2006.
Saat ini terdapat 80 murid dengan mayoritas masih berusia muda setingkat SD dan SMP.
Bahkan, beberapa dari mereka telah menorehkan prestasi baik di tingkat kabupaten, regional, provinsi, hingga nasional.
“Visi kami adalah melakukan pembinaan dan mencetak atlet catur asal Kabupaten Temanggung yang handal,” harapnya.
Sementara itu, salah seorang guru atau mentor, Abdul Jalil, menambahkan bahwa belajar catur memang bisa dilakukan secara autodidak.
Namun alangkah lebih baiknya jika melalui pendidikan semi formal karena akan menambah ilmu, belajar strategi dan pengalaman bertanding.
“Di sekolah catur jelas akan terbiasa dengan suasana pertandingan hingga ulasan strategi sehingga murid akan jauh lebih memahami lika-liku olahraga otak ini,” ungkapnya.
Salah satu murid sekolah catur, Oka Satria, mengaku sudah hampir 7 tahun menimba ilmu di sekolah ini.
Menurutnya, banyak manfaat yang diperoleh usai menjadi murid sekolah itu, termasuk menjuarai berbagai ajeng di banyak tingkatan.
“Meski tengah berpuasa Ramadan, kami tetap serius berlatih sekaligus mengisi waktu jelang berbuka puasa,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Sekolah-Catur-Benteng-Bhumi-Phala-ngabuburit-sembari-bermain-catur.jpg)