Berita Kudus
Video Tahanan Dan Napi Di Rutan Kudus Aktif Ikuti Tadarus Alquran
Tahanan dan napi yang mendekam di Rumah Tahanan Kelas IIB Kudus mendapat asupan rohani.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Hermawan Handaka
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Berikut Video Tahanan Dan Napi Di Rutan Kudus Aktif Ikuti Tadarus Alquran
Sejumlah tahanan dan narapidana yang mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kudus mendapat asupan rohani melalui berbagai kegiatan selama Ramadhan tahun ini.
Seluruh rangkaian yang dilakukan di balik jeruji besi itu demi meningkatkan kadar iman para penghuninya.
Di antara tahanan yang menghuni Rutan tersebut yakni, Aprianto. Terhitung sudah sebulan ini dia ditahan karena kasus narkoba.
Dia begitu khidmat menyimak salah seorang petugas Rutan yang membimbingnya baca tulis Alquran. Setelahnya dia belajar mengeja Alquran.
Selama Ramadan ini, dia mendapat asupan rohani melalui bermacam kegiatan di Rutan. Di antara kegiatan yang paling disenanginya yakni salat berjemaah dan tadarus Alquran.
Secara khusus dia mendapat dampingan dari petugas Rutan terkait baca tulis Alquran.
Tidak jarang kawan sesama penghuni Rutan juga membimbingnya dalam membaca Alquran.
Apa yang dilakukan oleh Aprianto di balik jeruji besi ini adalah hal baru baginya.
Rutinitas bernuansa religius hampir tak pernah dia lakukan sebelumnya.
Kini dia sudah mulai bisa mengaji mengeja huruf hijaiyah.
Bekal ini akan membawanya kian lancar membaca Alquran. Dia juga rutin menjalankan salat dan puasa.
"Sebelumnya belum bisa sama sekali, maka ini belajar baca tulis Alquran," kata Aprianto, Senin (11/4/2022).
Kepala Rutan Kelas IIB Kudus, Suprihadi, mengatakan, pihaknya menyiapkan segenap kegiatan yang nuansanya religi saat Ramadan.
Kegiatan ini memang khusus untuk para tahanan atau narapidana yang beragama Islam.
Dia ingin mereka saat keluar dari Rutan bisa kembali menjadi manusia seutuhnya dan tak lagi mengulang kesalahan yang akhirnya membuatnya kembali masuk jeruji besi.
Beberapa kegiatan yang khusus dilakukan saat Ramadhan yakni mulai dari tarawih bersama kemudian dilanjut tadarus Alquran sampai pukul 21.00 WIB.
Dalam berbagai kegiatan ini, dari 145 warga binaan memang tidak seluruhnya dilibatkan. Biasanya antara 40 sampai 50 orang yang dilibatkan dalam tarawih dan tadarus.
Hal itu untuk mempertimbangkan keamanan.
"Imamnya dari Kemenang. Ada tausiahnya juga," kata Suprihadi.
Kemudian saat pagi hari, kegiatan di Rutan yakni tadarus Alquran, baca tulis Alquran, dan latihan rebana lengkap dengan senandung selawat. Beberapa kegiatan inj baru kelar saat jelang zuhur.
"Untuk menambah keimanan yang bersangkutan mumpung ada di Rutan. Ini mumpung di Rutan daripada di kamar berdiam diri lebih baik kami isi dengan kegiatan rohani," katanya. (*)