Berita Blora
Video Pesan Ketua PWI Jateng Wartawan Harus Perkuat Kompetensi dan Asah Nurani
Kunjungan ke Blora, Pesan Ketua PWI Jateng: Wartawan Harus Perkuat Kompetensi dan Asah Nurani
Penulis: Ahmad Mustakim | Editor: Hermawan Handaka
TRIBUNMURIA.COM, BLORA – Berikut Video Pesan Ketua PWI Jateng Wartawan Harus Perkuat Kompetensi dan Asah Nurani
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah, Amir Machmud NS, mengajak para wartawan untuk memperkuat kompetensi dan mengasah nurani.
Menurut Amir, selain punya skill mumpuni, wartawan baiknya juga mempunyai kepekaan dalam isis etis.
"Ayo perkuat kompetensi kita, jangan dilihat satu sisi saja, teknis saja, tetapi juga harus memperkuat sisi etis, mengasah nurani," ucapnya kepada tribunmuria.com, Selasa (1/3/2022).
Tak hanya itu, Amir menuturkan agar wartawan juga mengekplorasi etika dan melaksanakan kode etik jurnalistik (KEJ).
"Kita perlu menegaskan tentang posisi wartawan, penegasan untuk melaksanakan fungsi-fungsi wartawan yang diamanatkan oleh UU Pers yakni fungsi memberi informasi, memberi pendidikan dan menjalankan fungsi kontrol sosial," terangnya.
Dikatakannya, terhadap fungsi jurnalisme juga harus di breakdown persoalan di organisasi kewartawanan yang akan memperkuat posisi.
"Ayo kita tata organisasi, ayo kita bener-bener taati standart liputan, kita tunjukkan kemartabatan, profesionalitas dan eksistensi organisasi profesi ini akan mengangkat respek para mitra kerja kita kepada wartawan ataupun PWI," jelasnya.
"Jangan sampai timbul kesan bahwa PWI ini terpilah-pilah ataupun dengan kepentingan yang lain," sambungnya.
Menurutnya, prinsip liputan ataupun penyajian sesungguhnya memberikan pencerahan dan kontrol sosial untuk perbaikan-perbaikan dalam penyelenggaraan negara dan pemerintahan di berbagai level.
"Dalam hal ini misal tingkat Kabupaten Blora," ujarnya.
Amir pun juga menerangkan soal bagaimana tanggapan mengenai seorang disebut wartawan.
"Saya kira ini soal penataan-penataan secara administratif, secara kelembagaan, status wartawan itu seperti apa," ucapnya.
"Kalau UU mensyaratkan media harus berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT), patuhi itu."
"Bahwa media harus terverifikasi oleh dewan pers. Lakukan itu!," tandasnya.
Disampaikannya, setidaknya media berbadan hukum PT harus khusus bergerak di bidang media.
"Akhirnya kita diyakinkan keberadaan wartawan yang betul-betul wartawan," ungkapnya.
Amir juga menanggapi terkait Focus Group Discussion (FGD) oleh PWI Blora yang digelar pada Sabtu (26/2/2022) di belakang kantor Setda Blora.
"Sangat bagus, kita saling mengingatkan ketika kita harus berinteraksi dengan berelasi dengan mitra kerja kita dalam hal ini pemkab Blora," ucapnya.
Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman mengaku masih membutuhkan saran dan masukan dalam rangka satu tahun kepemimpinannya.
"Kita perlu media, PWI khususnya. Terimakasih sarannya. Terus bersinergi antara pemkab dan teman media," ucap Bupati.
"Harapannya semakin banyak program yang inovasi yang kita bisa lakukan untuk perubahan Kabupaten Blora," lanjutnya.
Bupati menuturkan saran dan masukan teman media sangat diperlukan.
Dirinya menegaskan bahwa pihaknya memprioritaskan pembangunan Infrastruktur pada tahun 2022 ini.
"Tanpa harus melupakan sektor yang lain," pungkasnya. (kim)