Berita Blora
Harga Bawang Merah di Tingkat Pedagang di Blora Melonjak
Harga bawang merah di tingkat pedagang pasar tradisional di Kabupaten Blora melonjak tinggi.
Penulis: Ahmad Mustakim | Editor: M Zaenal Arifin
TRIBUNMURIA.COM, BLORA – Harga bawang merah di tingkat pedagang pasar tradisional di Kabupaten Blora melonjak tinggi.
Dalam sepekan terakhir, harga bawang merah naik sampai 70 persen per kilogramnya.
Padahal pada awal bulan Januari 2022 ini harga sempat turun.
"Bawang merah ini Rp 36 ribu/kg, lha bagaimana dari sananya harganya sudah naik, saya juga ikut naik".
"Untung dikit yang penting laku," kata Mbah Wati, salah seorang pedagang pasar Sidomakmur, Kamis (24/2/2022.
Dikatakannya, kenaikan harga kebutuhan pokok seperti bawang, cabai dan kebutuhan pokok lainnya, sudah dianggap wajar setiap tahunnya disebabkan menjelang ramadhan.
"Mpun mboten kaget mas (Sudah tidak kaget, red)".
"Umpami sedanten (misal semuanya) kebutuhan naik, wong ajeng poso (mendekati puasa)," ujarnya.
Sementara itu, salah satu pemborong bawang merah, Ngasir, yang berada di Dukuh Jambean Desa Kawengan, Kecamatan jepon, Blora mengatakan harga bawang merah sebelumnya hanya berkisar Rp 20 ribu per kilogramnya.
"Namun untuk sekarang sampai menembus Rp 35 ribu," ungkapnya.
Dikatakannya, hal ini disebabkan terjadinya lonjakan harga di tingkat produsen bawang merah.
"Sehingga, mau tak mau para pedagang juga harus menaikan harga agar tidak mengalami kerugian," ujarnya.
Ngasir menceritakan, karena untuk wilayah Kabupaten Blora baru sebagian kecil yang menanam bawang merah.
Maka Kebanyakan bawang merah yang ia dapat dari memborong wilayah luar kota.
"Ini saja saya nunggu hasil panen bawang di Blora pada bulan Maret depan".
"Tapi untuk menanggulangi pesanan, saya ambil dari luar kota seperti Nganjuk, Bojonegoro, Demak, Purwodadi dan beberapa wilayah lain," ungkapnya.
"Kalo saya kulakannya sistem borongan, misalkan lahan seperempat bahu di beli dengan harga Rp 35 juta saat ini bawang merah kecil kisaran dipatok harga Rp 30 ribu," paparnya.
Lanjutnya, sedangkan bawang tanggung Rp 35 ribu, dan sampai yang super tembus di harga Rp 38 ribu lebih.
"Kita hanya menyesuaikan harga yang ada dari para petani maupun produsen," ucap Ngasir. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Bawang-Merah.jpg)