Berita Blora
Video Harga Kedelai Meroket Pendapatan Turun 50 Persen
Kembang Kempis Perajin Tahu di Blora, Harga Kedelai Meroket Omset Turun 50 Persen pendapatan turun 50 persen
Penulis: Ahmad Mustakim | Editor: Hermawan Handaka
TRIBUNMURIA.COM, BLORA – Berikut video Harga Kedelai Meroket Pendapatan Turun 50 Persen
Kenaikan harga kedelai masih dirasakan oleh para perajin tahu di wilayah Kabupaten Blora.
Misalnya diungkapkan oleh Zaenal Abidin, perajin tahu asal Desa Gedongsari, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora.
Harga kedelai menurutnya sudah mulai naik terus dari awal pendemi dan naik hingga saat ini.
"Harga dulu Rp7.500 dan sekarang naik hingga diharga Rp11.500," ucapnya kepada tribunmuria.com di rumahnya, Rabu (23/2/2022).
Sementara itu untuk menyiasati agar tetap bisa bertahan berproduksi, pihaknya mengurangi takaran produksinya.
"Ini salah satu cara menyiasati agar tetap bertahan bisa memproduksi. Kan ini istilahnya kita bertahan," ujarnya.
Zaenal mengaku kenaikan harga kedelai ini sangat berpengaruh pada pendapatannya sebagai perajin tahu.
"Pendapatan ini turun hingga 50 persen kami berharap semoga harga kedelai bisa stabil kembali,"
Pria berusia 36 tahun ini mengungkapkan memulai usaha sejak 2016 dengan usaha sendiri dan memiliki dua karyawan.
"Menyerap warga lokal," ucapnya singkat.
Sebelum pandemi, setiap hari mampu memproduksi satu kwintal, setelah ada kenaikan mengalami penurunan hingga 60 kilogram (kg) per hari.
"Kalau 1 kwintal bisa 20 ember, satu ember 5 kg. Tapi biasanya sekarang tergantung permintaan," ucapnya.
Dirinya membeberkan pelanggan juga mengeluh dengan ukuran yang semakin kecil.
Dikatakannya, terkait bahan memakai kedelai import dari Amerika yang didapat dari toko di Blora.
"Harganya hampir sama, kedelai lokal kurang bagus, belum pernah pakai kedelai lokal," kata dia.
Sebelum pandemi, per bulan dirinya mampu meraup keuntungan bersih Rp300.000 per hari.
"Sekarang tinggal 50 persen Rp 150.000," pungkasnya. (kim)