Sabtu, 25 April 2026

Berita Blora

Video Perajin Tempe Di Blora Keluhkan Harga Kedelai Mahal

Keluhan Perajin Tempe di Blora: Kedelai Mahal, Ukuran Tempe Mengecil, Mau Naikin Harga Gak Bisa

Penulis: Ahmad Mustakim | Editor: Hermawan Handaka

TRIBUNMURIA.COM, BLORA – Berikut video Perajin Tempe Di Blora Keluhkan Harga Kedelai Mahal

Dalam beberapa pekan terakhir, harga kedelai terus melonjak naik.

Hal tersebut sangat dirasakan perajin tempe seperti Kartini (49) yang berasal dari Desa Purworejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora.

Sebagai perajin dirinya merasa resah dengan kondisi bahan baku utama ini mengalami kenaikan.

“Sebenernya agak resah ya, kalau di desa itu kan dinaikkan harganya kan nggak gampang."

"Paling banter itu ukurannya yang dikurangi."

"Ya maklum lah karena orang desa dinaikkan sulit,” ungkapnya kepada tribunmuria.com saat didatangi di rumahnya, Senin (21/2/2022). 

Dikatakannya, harga kedelai per hari ini sudah mencapai Rp11.100 per kilogramnya.

“Sebelumnya naik terus, dari Rp10 ribu. Per karung itu harganya Rp500.000 kurang R 5 ribu."

"Terus naik Rp510.000, Rp 520.000, terakhir ini Rp555.000,” paparnya.

Ibu dua anak ini mengaku membeli bahan baku kedelai ini di Primer Koperasi Produsen TempeTahu Indonesia (Primkopti) Blora yang berada di Kelurahan Jenar dengan harga sudah Rp555.000 per sak.

“Kami mohon dari pemerintah, diperhatikanlah rakyat kecil, harga kedelai dinaikkan tiap hari naik."

"Kan masyarakat juga resah juga, kasian yang jualan gorengan, dikecilin makin kecil, dinaikkan nggak mau,” terangnya.

“Apalagi minyak goreng juga naik, nanti kalau disuruh mogok jualan gimana penghasilan dari mana, ini untuk kepentingan sehari-hari,” tandasnya.

Dirinya mengaku setiap harinya menghabiskan 10 sampai 12 kilogram untuk membuat tempe.

Penjualannya sendiri pun baru mencakup wilayah Desa Purworejo sendiri

“Keuntungan per hari Rp30.000-an lah,” ujarnya singkat.

Untuk satu kilogram kedelai dirinya mampu membuat 17-20 bungkus tempe. 

Tak hanya itu dirinya juga menjelaskan caranya membuat tempe tersebut.

“Pertama kedelai di rebus sampai mengembang, setelah itu kita plosoti (diinjak agar kedelai pecah, digiling istilahnya), dibersihkan dari ampasnya, setelah itu diendapkan semalaman kurang lebih 8 jam, paginya kita rebus kembali,” jelasnya.

“Kemudian kita tiriskan sampai dingin istilahnya, baru nanti kta kasih ragi tempe, langsung dimasukkan plastik ¼ kg."

"Kalau nggak dingin nggak bisa, ditunggu semalam lagi."

"Untuk ukuran packing tergantung perajinnya,” imbuhnya.

Proses pembuatan tempe miliknya dua kali perembusan, sebab banyak perajin cara membuat tempe hanya 1 kali perebusan.

Tentunya hasil dan kualitasnya berbeda dan ketahanan/keawetan tempe nya berpengaruh.

“Proses 2 kali perembusan tempe bisa bertahan sampai 3-4 hari, kalau hanya 1 kali perebusan tidak bisa bertahan lama,” pungkasnya. (kim)

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved