Jumat, 1 Mei 2026

Berita Sragen

Bocah 9 Tahun di Sragen Meninggal Dunia Tertimpa Kandang Ayam yang Roboh

Seorang bocah berusia sembilan tahun meninggal dunia usai tertimpa kandang ayam di areal persawahan Dukuh Kepoh, Desa Wonokerso, Kedawung, Sragen.

Tayang:
Humas Polres Sragen
Tim dari Polsek Kedawung Sragen ketika melakukan olah TKP di kandang ayam Dukuh Kepoh, Desa Wonokerso, Kedawung, Sragen, Senin (21/2/2022) kemarin. 

TRIBUNMURIA.COM, SRAGEN – Seorang bocah berusia sembilan tahun meninggal dunia usai tertimpa kandang ayam di areal persawahan Dukuh Kepoh, Desa Wonokerso, Kedawung, Sragen.

Kandang ayam roboh ini terjadi akibat angin kencang disertai hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sragen, sejak pukul 17.00 WIB, Senin (21/2/2022).

Bocah malang itu ialah Ilham Dega Pratama (9) warga Desa Spreh, RT 6, Puro, Kecamatan Karangmalang, Sragen.

Evakuasi korban dilakukan oleh tim dari Puskesmas Kedawung 1.

Oleh tim, korban akhirnya dievakuasi dan dilakukan visum di rumah Desa Spreh, Puro, Karangmalang. 

Kasi Humas Polres Sragen, AKP Suwarso mewakili Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi, mengatakan kejadian itu bermula ketika korban bersama satu rekannya berniat mancing di kolam bekas pemancingan samping kandang ayam.

Sekira pukul 16.00 WIB turun hujan deras, kemudian korban bersama rekannya dan pemilik kandang ayam berteduh di bawah kandang ayam.

"Ketika berteduh tiba-tiba datang angin kencang mengakibatkan bangunan kandang ayam yang terbuat dari bambu dan beratap genteng, roboh".

"Kemudian menimpa korban sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia di tempat," terang AKP Suwarso, Selasa (22/2/2022).

Hasil pemeriksaan korban dari tim kesehatan Puskesmas Kedawung 1, korban meninggal dunia dengan luka memar di dada sampai ke perut.

Selain itu juga terdapat bekas himpitan kayu di paha kaki kiri.

"Tim medis menyimpulkan bahwa korban meninggal karena trauma benda tumpul di bagian dada sehingga kemungkinan tulang dada retak dan menusuk bagian jantung dan paru," lanjutnya.

Dikatakannya, pihak keluarga dan orang tua korban menerima kejadian tersebut karena musibah dan keluarga merasa keberatan jika dilakukan autopsi.

Jenazah akhirnya di serahkan kepada keluarga korban dan dilakukan pemandian dan acara perawatan jenazah pada umumnya. (*)

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved