Berita Kudus
Insiden Pemukulan Oknum Satlantas Polres Kudus ke Sopir Truk Berakhir Damai
Insiden anggota polisi yang melakukan pemukulan terhadap sopir truk saat unjuk rasa di depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus, berakhir damai.
Penulis: Raka F Pujangga | Editor: M Zaenal Arifin
TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Insiden anggota polisi yang melakukan pemukulan terhadap sopir truk saat unjuk rasa di depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus, berakhir damai.
Kasatlantas Polres Kudus, AKP Galuh Pandu memediasi sopir dan oknum anggota polisi yaitu Briptu M Fernanda, yang diduga melakukan pelemparan tersebut.
Pandu menyampaikan, permohonan maaf atas insiden yang terjadi pada saat pengamanan unjuk rasa tengah berlangsung.
"Saya menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut," ujar dia, Kamis (17/2/2022).
Dalam kesempatan itu, sopir truk Slamet Riyanto bersama Briptu M Fernanda menandatangani surat pernyataan bersama.
Pernyataan itu berkaitan kejadian kesalahpahaman pemukulan yang dilakukan Briptu M Fernanda dengan melempar helm ke Slamet Riyanto saat unjuk rasa di Jalan Mayor Basuno, Kudus, pukul 10.15.
Keduanya sepakat masalah tersebut diselesaikan dengan kekeluargaan, tidak melalui proses hukum.
Kesepakatan damai tersebut dilakukan tanpa ada paksaan dari siapapun.
"Saya bersama rekan-rekan meminta maaf sebesar-besarnya, tidak akan mengulangi seperti itu lagi," kata Fernanda.
Kemudian Slamet menambahkan, menerima permohonan maaf petugas kepolisian atas kesalahpahaman yang terjadi.
"Saya menerima permohonan maaf, dan menyelesaikan masalah ini dengan damai," ujar dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Perdamaian-Sopir-Truk.jpg)