Berita Nasional
'Dulu Kritik Tambang, Sekarang Ribut', Mahfud MD Respons Pergolakan PBNU
Mantan Ketua MK Mahfud MD blak-blakan, PBNU bergolak diduga bermuasal dari persoalan tambang, setelah ormas itu mendapat jatah konsesi.
TRIBUNMURIA.COM, JAKARTA - Kiai Hasyim Muzadi yang saat itu menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pernah mengkritik tata kelola tambang migas yang penuh korupsi.
Sekarang, PBNU bergolak, diduga bermuasal dari persoalan tambang, setelah ormas itu mendapat jatah konsesi.
Warga Nahdliyin yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD blak-blakan soal pergolakan di tubuh PBNU.
Baca juga: Katib Syuriah PBNU: Ultimatum Rais Aam Tak Lazim, Islah Paling Rasional
Baca juga: Wow! Mahfud MD Sebut Ada Fasilitas Asusila untuk Komisioner KPU saat Kunjungan ke Daerah
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM RI (Menkopolhukam) Mahfud MD menilai gejolak internal di tubuh Nahdlatul Ulama (NU) ada kaitannya dengan pengelolaan tambang.
Gonjang-ganjing di tubuh NU bermula dari munculnya isu K.H Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya diminta mundur dari jabatan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Desakan agar Gus Yahya mundur dari jabatan sebagai pemimpin tertinggi kepengurusan organisasi Islam terbesar di Indonesia yang didirikan pada 31 Januari 1926 tersebut berembus sejak Jumat (21/11/2025) lalu.
Tepatnya setelah beredarnya Risalah Rapat Harian Syuriah PBNU tertanggal Kamis 29 Jumadal Ula 1447 H/20 November 2025 M.
Risalah tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Dewan Syura PBNU K.H Miftachul Akhyar selaku pemimpin rapat.
Dalam risalah ini, salah satu poin penting yang termuat adalah hasil musyawarah antara Rais Aam dan dua Wakil Rais Aam meminta agar KH Yahya Cholil Staquf untuk mengundurkan diri dari Ketua Umum PBNU dalam waktu tiga hari sejak diterimanya keputusan Rapat Harian Syuriah PBNU.
Apabila dalam waktu tiga hari tidak juga mengundurkan diri, maka Gus Yahya akan diberhentikan secara resmi oleh Rapat Harian Syuriah PBNU.
Menurut Risalah Rapat Harian Syuriah PBNU, alasan di balik desakan Gus Yahya untuk mundur adalah mengundang narasumber yang terkait dengan jaringan Zionisme Internasional dalam Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU) serta dugaan masalah tata kelola keuangan organisasi.
Mahfud MD Sebut Ada Konflik Soal Pengelolaan Tambang
Dalam podcast Terus Terang yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, Mahfud MD Official, Senin (24/11/2025), Mahfud MD mengaku tidak ingin ikut campur dalam permasalahan internal NU.
Ia tidak mau memihak siapa pun di balik desakan agar Gus Yahya mundur dari Ketua Umum PBNU.
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2013 mengungkap, dirinya hanya ingin NU selamat, apalagi saat ini ada konflik soal pengelolaan tambang.
| Beredar Surat Pemecatan Gus Yahya, Waketum: Bukan Surat Resmi PBNU |
|
|---|
| Ihwal Dinamika PBNU, Waketum Amin Said Husni: Jalan Satu-satunya Islah |
|
|---|
| Katib Syuriah PBNU: Ultimatum Rais Aam Tak Lazim, Islah Paling Rasional |
|
|---|
| Sofwan PDIP Harap RUU Komoditas Strategis Bangkitkan Industri Tembakau Nasional |
|
|---|
| Ihwal Kedaulatan Energi Nasional, Dewan Penasihat PP Sebut Lifting Migas sebagai Solusi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Ketua-TGIP-Tragedi-Kanjuruhan-cum-Koordinator-Menko-Polhukam-Mahfud-MD.jpg)