Berita Nasional
Saat Rakyat Demo Tolak Revisi UU Pilkada, PBNU Datangi Istana Bahas Konsesi Tambang dengan Jokowi
Saat rakyat gelar aksi demonstrasi tolak revisi UU Pilkada dan #KawalPutusanMK, PBNU bertemu Jokowi di Istana untuk bahas konsesi tambang batu bara.
TRIBUNMURIA.COM, JAKARTA - Berbagai elemen rakyat di berbagai daerah menggelar aksi demonstrasi #KawalPutusanMK dan menolak revisi UU Pilkada, Kamis (22/8/2024).
Aksi demonstrasi antara lain digelar di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, dan berbagai kota lainnya.
Di Jakarta, aksi digelar di sejumlah titik. Antara lain di Senayan, di kantor DPR RI, dan di Kantor Mahkamah Konstitusi (MK).
Baca juga: Aksi Tolak Revisi UU Pilkada di Semarang Ricuh, 11 Orang Masuk RS, Polisi: Kami Bersyukur . . .
Baca juga: Aksi Demonstrasi Garuda Biru Peringatan Darurat KawalPutusanMK Menggema di Berbagai Daerah
Saat berbagai elemen rakyat menggelar aksi demonstrasi #KawalPutusanMK dan tolak revisi UU Pilkada, Presiden Joko Widodo (Jokowi) beraktivitas di lingkungan istana.
Presiden Jokowi, antara lain menerima tamu Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Selain menemui Gus Yahya, Presiden Jokowi juga mengundang Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana, ke Istana.
Jokowi bertemu dengan Nana Sudjana untuk membahas persoalan pribadi.
Gus Yahya dan Jokowi membahas konsesi tambang batu bara untuk PBNU, di tengah berbagai aksi massa menentang revisi UU Pilkada.
Gus Yahya tiba di Istana sekitar pukul 10.22 WIB didampingi oleh Rais Aam PBNU Miftachul Achyar dan sejumlah pengurus PBNU lainnya.
Gus Yahya menyebutkan, pertemuannya dengan Jokowi akan membahas konsesi tambang dan investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Kita mau bicara soal konsensi tambang dan investasi di IKN nanti," ujar Gus Yahya.
Ia mengaku sudah meminta waktu untuk bertemu dengan Jokowi untuk membahas rencana investasi di IKN.
Ia menyebutkan, PBNU akan membangun kantor, fasilitas pendidikan dan fasilitas keagamaan di ibu kota baru itu.
"Kami mengajukan untuk berbicara tentang konsensi tambang dan rencana kami untuk berinvestasi-lah walaupun kecil di IKN nanti," kata Gus Yahya.
Gus Yahya pun membantah ketika ditanya soal ada atau tidaknya bahasan terkait konflik PBNU dan PKB saat bertemu Jokowi. "Enggak, enggak ada," ujar dia.
Menteri ATR Sebut 60 Keluarga Kuasai Hmapir 50 Persen Tanah Indonesia, LSKB: Distribusikan |
![]() |
---|
Aktivis Muda Nahdliyin Sayangkan Keterlibatan PBNU dalam Industri Tambang Ekstraktif |
![]() |
---|
MUI Minta Aparat Usut Tuntas Kasus Perusakan Bangunan Diduga Gereja Kristen di Sukabumi |
![]() |
---|
Ihwal Putusan MK Pisahkan Pemilihan Umum, Zulfikar: Sebut Momen Penyesuaian Pemilu dan Pilkada |
![]() |
---|
Mau Berwisata Keliling Pulau Dewa Lebih Santai dan Nymana? Bali Touristic Sarankan Ini |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.