Jumat, 22 Mei 2026

Berita Nasional

Bermula Bikin Undangan Digital saat Pandemi Covid-19, Dinda & Indra Rambah Pasar ke Mancanegara

Bermula dari bikin undangan digital pernikahan mereka saat Pandemi Covid-19, Indra & Dinda kini sukses kembangkan bisnis udnangan dan WO ke LN.

Tayang:
Penulis: Faisal Affan | Editor: Yayan Isro Roziki
Istimewa
Model sedang memamerkan undangan digital karya Indra & Dinda. 

TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Pandemi Covid-19 membawa berkah bagi Dinda Saraswati, Founder Invitato Indonesia yang kini eksis di dunia undangan pernikahan berbasis digital.

Berasal dari pernikahannya dengan sang suami, Indra, pada 2020 lalu, saat Indonesia tengah dilanda Pandemi Covid-19.

Menyiasati adanya pembatasan sosial dan kekhawatiran adanya interaksi dalam kerumunan, Dinda dan Indra kemudian mengubah konsep pernikahannya agar bisa aman dan nyaman untuk keluarga maupun tamu undangan.

Lalu, pasangan ini memilih untuk membuat undangan pernikahan mereka sendiri dengan dua jenis, yaitu undangan cetak dan undangan berbasis website.

Terlebih, Dinda dan Indra memiliki hobi yang sama di dunia start-up. Suaminya sebagai seorang programmer, dan Dinda saat itu bekerja di perusahaan start-up.

Walhasil, undangan berbasis website bisa disalurkan lewat acara pernikahan mereka.

"Bagaimana cara menciptakan first impression yang baik kepada tamu, saat itu kami sangat paham betul. Kalau orang-orang takut dengan namanya kontak fisik. Dan kami merasa wah bakalan pada takut nih kalau mereka datang di acara terutama pas registrasi menggunakan pena, gitu."

"Alhasil, pikir-pikir bagaimana caranya dan akhirnya kita mengkombinasikan kemampuan yang kita berdua punya. Ya udah, akhirnya menciptakan yang namanya website invitation, undangan berbasis website dan juga digital guestbook atau registrasi pernikahan dengan sistem QR Code," ujar Dinda melalui konferensi pers, Rabu (3/4/2024).

Ketika gagasan itu muncul, Dinda dan Indra berkonsultasi ke tim wedding organizer (WO) yang dipercaya untuk menyukseskan pernikahan mereka.

Tak hanya WO saja, ia dan suaminya juga berkonsultasi ke orang tuanya. Alhasil, tim WO dan orangtuanya setuju dengan gagasan undangan digital yang digagas oleh Dinda dan Indra.

"Mereka setuju dan menganggap digital guestbook bisa digunakan sebagai tracing," lanjutnya.

Apalagi, menurut Dinda, undangan digital di Jawa Tengah khususnya Kota Semarang belum ada yang pernah membikin hingga diterapkan dalam acara pernikahan.

Meski menciptakan undangan digital, ia bersama suaminya tetap membuat undangan fisik, namun di dalamnya tersedia QR Code guna tamu undangan bisa menghadiri pernikahan hanya melakukan scan QR.

"Kami kemudian kombinasikan undangan fisik dan website invitation. Jika undangan cetak itu dikasihkan kepada tamu orang tua dan tetangga, sedangkan yang digital untuk teman-teman. Cuman tamu undangan fisik juga bisa scan QR Code di hari H. Jadi ketika tamu datang, mereka tinggal menunjukkan kartu QR Code itu ke registrasi tanpa menulis dengan pena," jelasnya.

Alasannya membuat dua versi undangan pernikahan itu, Dinda mengungkapkan jika untuk menerapkan digital, ia sebut tidak semua usia bisa sepenuhnya menerapkan hal itu, terutama generasi orang tua dan generasi kakek-nenek.

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved