Kamis, 21 Mei 2026

Berita Kudus

Fahmi Intensif Berlatih 20 Hari sebelum Tampil pada Festial Dalang Cilik di Kudus

Hari Wayang Nasional, peserta Festival Dalang Cilik di Taman Budaya Kudus, Fahmi Tsaqif Danawi, berlatih intensif selama 20 hari sebelum tampil.

Tayang:
Penulis: Saiful MaSum | Editor: Yayan Isro Roziki
TribunMuria.com/Saiful Masum
Peserta dalang cilik tampil dalam festival dalang cilik/dalang bocah yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Sabtu (11/11/2023) di Taman Budaya Kudus. 

TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus menggelar Festival Dalang Cilik/Dalang Bocah diikuti delapan peserta, Sabtu (11/11/2023).

Kegiatan budaya bertajuk lomba dalang cilik ini diadakan di Taman Budaya Kudus dalam rangka memeriahkan Hari Wayang Nasional yang diperingati setiap 7 November.

Festival tersebut sebagai ajang pembibitan dalang di Kota Kretek diikuti oleh para dalang cilik yang tinggal di wilayah Kudus

Di antaranya Fahmi Tsaqif Danawi yang memerankan lakon Lahire Gatotkaca, Muhammad Tegar Maulana dengan peran Shinta Ilang, Fersanino Adelio Fawwaz memerankan lakon Wisanggeni Lahir, hingga Ahmad Tino Muzaqi dengan lakon Minak Jinggo Leno.

Fahmi Tsaqif Danawi merupakan siswa SMPN 2 Jekulo. Di usianya yang baru menginjak 13 tahun, kini sudah mulai berkecimpung sebagai dalang cilik.

Kata dia, untuk mengikuti festival dalang cilik tahun ini, butuh waktu kurang lebih 20 hari untuk berlatih keras. 

Dengan harapan bisa tampil maksimal dan bisa membuat pengunjung terhibur dengan penampilannya.

"Kalau berlatih dalang sejak Mei 2023, latihan lebih sekitar 20 hari untuk persiapan festival," terang pelajar kelas VII SMPN 2 Jekulo. 

Fahmi mengaku kenal wayang sejak usia TK karena seringnya diajak nonton wayang oleh kakek.

Saat ini, Fahmi aktif berlajar dalang di Sanggar Budaya Laras PO Haryanto. 

Dia ingin belajar dalang untuk meneruskan dan merawat warisan budaya Indonesia berupa Wayang. Tokoh pewayangan panutannya adalah Wisanggeni.

"Saya ingin belajar jadi dalang cilik yang bisa tampil baik di depan banyak orang," ujarnya. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Mutrikah menyampaikan, wayang adalah seni tradisional Indonesia yang harus dilestarikan dan dijaga dengan baik. Termasuk pelestarian dalang agar regenerasinya tetap terpelihara. 

Kata dia, festival dalang cilik ini sebagai upaya mengembangkan seni wayang supaya tidak punah dan tetap relevan dengan perkembangan zaman. 

Kegiatan festival ini bertujuan menumbuhkan minat dan bakat masyarakat, sekaligus mengasah kemampuan anak-anak di Kabupaten Kudus untuk berkreasi, berkomunikasi, dan berekspresi dengan memerankan dalang. 

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved