Berita Pati

Cerita Kak Rey Ajari Anak-anak Tunarungu di Pati Terampil Modelling & Public Speaking, Bikin Haru

Mengenal lebih dekat dengan Pujisih Rekno Anjangsari (Kak Rey), perempuan yang mengajari anak-anak tunarungu mahir modelling dan public speaking.

Dokumentasi D'Star Production
Pujisih Rekno Anjangsari alias Kak Rey (tengah) bersama anak-anak tunarungu didikannya berfoto bersama di lokasi ajang Bung Karno Fashion Street 2023 beberapa waktu lalu. 

"Karena saya dasarnya public speaker, saya tahu kekurangan anak tunarungu di mana."

"Mereka kemampuan kognitifnya tidak seimbang (antara otak) kanan dan kiri, karena kurang mendengar," ujar dia.

Awalnya, dirinya mendapat penolakan dari anak-anak difabel. Mereka takut-takut, tapi secara berangsur akhirnya menerimanya.

"Perlahan-lahan mereka seperti punya insting membedakan mana yang tulus dan tidak," ujar dia.

Merasa kegiatan di komunitas itu kurang optimal, Kak Rey akhirnya memutuskan membawa mereka ke "dunia luar".

"Alhamdulillah saya ketemu Pak Dandim dan kami diberi kesempatan memakai tempat ini (Gedung Juang) untuk berkumpul," ujar dia.

Jadilah, setiap Rabu, Jumat, dan Sabtu sore, Kak Rey bersama 15 anak tunarungu dan beberapa anak normal (nondisabilitas) berkumpul bersama untuk belajar pengembangan kepribadian dan keterampilan berkomunikasi.

Mereka juga belajar catwalk yang menurut Kak Rey bermanfaat untuk merangsang keseimbangan otak kanan-kiri.

Untuk melatih kepercayaan diri anak-anak asuhnya, Kak Rey juga kerap mengajak mereka tampil dalam ajang peragaan busana di berbagai daerah, di antaranya Pati, Kudus, Rembang dan Salatiga. 

Baru-baru ini, anak-anak asuh Kak Rey tampil dalam acara pemilihan duta budaya di Pendopo Kabupaten Pati, juga di ajang Bung Karno Fashion Street 2023 Salatiga.

Bahkan ada pula anak asuhnya yang menjadi finalis event modelling di Jakarta, yakni Senandung Ayesha Zulkha (14). Dia menjadi finalis ajang Man & Woman Trend Model Indonesia.

"Setiap Minggu pagi mereka juga saya kumpulkan untuk belajar mengeluarkan suara, melatih organ-organ yang berkaitan dengan suara."

"Mereka ini rata-rata awalnya tidak mengeluarkan suara, tidak pernah tahu suara seperti apa."

"Saya bantu dengan terapi yang saya tahu, mereka perlahan mulai bisa mengeluarkan suara," jelas dia.

Kak Rey meyakini, 15 anak tunarungu didikannya itu berpotensi untuk semakin lihai berkomunikasi layaknya orang normal.

Halaman
1234
Sumber: TribunMuria.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved