Kamis, 4 Juni 2026

Berita Kudus

Miliki Tiga Program Unggulan Ini, SMK RUS Kudus Didorong Kembangkan Digitalisasi Pendidikan

Sekolah Menengah Kejuruan Raden Umar Said Kudus miliki 3 program unggulan berkait dunia digital, SMK RUS didorong kembangankan digitalisa pendidikan.

Tayang:
Penulis: Saiful MaSum | Editor: Yayan Isro Roziki
TribunMuria.com/Saiful Masum
Sekolah Menengah Kejuruan Raden Umar Said (SMK RUS) Kudus miliki tiga program unggulan berkait dunia digital, karenanya SMK RUS didorong kembangankan digitalisasi pendidikan. 

Sekolah Menengah Kejuruan Raden Umar Said (SMK RUS) Kudus miliki tiga program unggulan berkait dunia digital, karenanya SMK RUS didorong kembangankan digitalisasi pendidikan.

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Berbagai dukungan mengalir kepada SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus dalam rangka mendukung program digitalisasi pendidikan

Di antaranya datang dari Bank Mandiri yang menyalurkan bantuan untuk menunjang sarana dan prasarana (Sarpras), serta pelatihan untuk kemajuan digitalisasi pendidikan di SMK RUS. 

Kepala SMK Raden Umar Said Kudus, Agam Amintaha mengatakan, SMK RUS merupakan satu dari beberapa SMK binaan Djarum Foundation.

Saat ini memiliki 1.200-an pelajar yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia. 

Dia menjelaskan, SMK RUS memiliki tiga program keahlian di bidang Animasi, Desain Komunikasi Visual
(DKV), dan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG).

Sekolah bertaraf internasional ini memiliki rumah produksi mandiri bernama RUS Animation Studio, kini sudah dipercaya menerima berbagai proyek animasi dari lembaga luar negeri.

"Lulusan kami total sekitar 4.800 siswa, setiap angkatan menerima 400 siswa yang bergabung dengan SMK RUS," terangnya, Selasa (29/8/2023).

Agam menerangkan, sejauh ini SMK RUS sudah menerapkan digitalisasi pendidikan sekiranya 70 persen dari semua aktivitas yang berhubungan dengan pendidikan atau sekolah. 

Di antaranya, informasi sekolah berbasis website, pendaftaran online, pembelajaran dengan memanfaatkan digitalisasi, perpustakaan digital, absensi digital, koperasi digital, hingga pembayaran sekolah berbasis aplikasi. 

Rencananya, SMK RUS bakal mengembangkan model pembelajaran teaching factory.

Yaitu model pembelajaran berbasis produksi atau jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri, serta dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di dunia industri.

Program tersebut, kata dia, masih membutuhkan tambahan sarpras seperti komputer spek tinggi untuk melatih pelajar dalam suasana real projek industri lewat teaching factory.

"Bisa menerima projek komersial juga, ada juga harapan alumni kami pekerjakan di sana, persiapan sudah 80 persen."

"Kami juga berencana mengembangkan R & D AI dalam waktu dekat," tuturnya. 

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri, Susana Indah K. Indriati menjelaskan, kualitas dan sistem pengajaran luar biasa yang diterapkan SMK RUS menjadi daya tarik untuk terlibat langsung dalam program pengembangan digitalisasi pendidikan di dalamnya. 

Dia mengapresiasi Djarum Foundation yang telah memperhatikan dan membina SMK RUS menjadi sekolah bertaraf internasional.

Dengan harapan ke depan bisa terus didukung untuk kemajuan pendidikan Indonesia pada umumnya. 

"Kami salurkan bantuan untuk pengembangan program digitalisasi pendidikan."

"Nantinya, bantuan diberikan dalam bentuk bantuan sarpras dan pelatihan," ujarnya.

Susana menyebut, pihaknya berniat ikut terlibat membangun bangsa Indonesia melalui pendidikan sejak dini.

Dari SMK akan muncul kreator yang punya imajinasi dan karya yang terus tumbuh.

Serta mampu mengembangkan masyarakat dan bangsa Indonesia hingga dikenal secara global. 

"Harapan kami bisa terus mendukung pelajar Indonesia dibidang digitalisasi pendidikan, termasuk pelajar di SMK RUS."

"Program ini sejalan dengan program yang dijalankan oleh Djarum Foundation dalam mendukung kemajuan pendidikan," ujar dia.

Susana Indah menambahkan, level di tingkat sekolah harus tahu digitalisasi, termasuk mengenalkan Livin kepada pelajar dengan beragam manfaat di dalamnya.

Di antaranya untuk transaksi digital, mendukung kemudahan operasional sehari-hari, serta melatih dan membiasakan diri hidup lebih mudah dalam menjalankan aktivitas harian. 

"Pembayaran, menabung, investasi, boking hotel, pembelian tiket pesawat, hingga berwisata pun bisa dilakukan dengan digitalisasi. Teman-teman SMK bisa belajar dengan digitalisasi untuk belajar lebih luas," ucapnya. 

Selian itu, Bank Mandiri terus aktif mendorong pertumbuhan literasi dan inklusi keuangan di Tanah Air, khususnya menyasar generasi muda tingkat pelajar.  

Potensi generasi muda khususnya di dalam ekosistem pendidikan dapat diwujudkan melalui program dukungan pendidikan dan digitalisasi sekolah lewat kolaborasi bersama Djarum Foundation.

Direktur Program Djarum Foundation Bakti Pendidikan, Primadi Herwantoro Serad menuturkan, di Kabupaten Kudus ada 18 SMK yang dibina Djarum Foundation.

Satu di antaranya adalah SMK RUS dengan pengembangan tiga program keahlian. 

Dia berharap, bantuan dari Bank Mandiri bisa dimanfaatkan betul untuk pengembangan digitalisasi pendidikan sekolah. Sekaligus mendukung keterserapan lulusan di dunia industri dengan cara mencetak SDM yang profesional.

"Saya lihat saat ini lulusan SMK RUS 80 persen bekerja di dunia industri."

"Selain itu, kami juga harapkan pembayaran transaksi di sekolah semua pakai digital, kantin-kantin pembayaran digital, dan jangan sampai lulus SMK malah terjaring Pinjol," tuturnya. (Sam)

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved