Senin, 27 April 2026

Berita Kudus

Target PAD Dispudbar Kudus Kurang Rp1,625 Miliar, Ini Sektor Unggulan yang Digenjot

PAD Disbudpar Kudus baru mencapai 58,36 persen, setara Rp2,275 miliar dari target Rp3,9 miliar, masih kurang Rp1,625 miliar.

TribunMuria.com/Saiful Masum
Seorang petugas sedang membersihkan debu yang menempel di koleksi Museum Purbakala Patiayam Kudus, Senin (28/8/2023). 

TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor-sektor unggulan.

Mulai dari objek wisata Colo, Museum Kretek, tempat parkir khusus wisata, dan sektor penginapan.

Digenjotnya sektor unggulan dilakukan karena realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Disbudpar Kabupaten Kudus baru tercapai 58,36 persen atau Rp2,275 miliar dari target Rp3,9 miliar.

Artinya, masih ada Rp1,625 miliar yang menjadi pekerjaan rumah (PR) Disbudpar untuk mendongkrak realisasi PAD di sisa waktu yang ada.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Mutrikah mengatakan, capaian PAD tersebut merupakan realisasi sementara terhitung sejak Januari - Agustus (pertengahan) 2023.

Menurut dia, capaian PAD saat ini masih jauh dari target, sehingga dibutuhkan strategi dan langkah-langkah untuk mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan di Kota Kretek.

Sehingga target PAD yang telah ditentukan bisa tercapai dengan maksimal. 

"Untuk meningkatkan PAD, kami lakukan sejumlah penataan wisata yang dikelola pemerintah daerah, dan tempat wisata di kawasan Colo sebagai objek wisata tumpuan penyumbang PAD tertinggi."

"Penataan juga menyasar penginapan dan terminal."

"Pelayanan juga kami tingkatkan dengan mengusung konsep sapta pesona," terangnya, Senin (28/8/2023).

Mutrikah menyebut, target PAD senilai Rp3,9 miliar dapat direalisasikan dari beberapa sektor.

Sektor pertama ditarget Rp306,6 juta, meliputi pendapatan hasil pemakaian kekayaan daerah.

Seperti, aula gedung kesenian taman budaya, PKL Taman Krida, PKL Museum Kretek, PKL seputar Colo, PKL Menara Kudus, dan kereta mini.

Sektor tempat khusus parkir ditarget menyumbang Rp 450 juta.

Terdiri dari parkir khusus Colo dan tempat parkir khusus Museum Kretek.

Sektor penginapan atau vila wisata meliputi Graha Muria Colo, Pondok Wisata Colo, dan Vila Colo ditarget berkontribusi sebesar Rp 301 juta untuk peningkatan PAD.

Sementara sektor penyumbang PAD terbesar yakni Rp 2,8 miliar diambil dari tempat rekreasi dan olahraga.

Yaitu UPTD pengelola objek wisata meliputi pengunjung wisata Colo, Taman Ria, Krida Wisata, waterpool, dan tugu identitas.

Serta UPTD museum dan taman budaya seperti Museum Kretek dan tempat wisata lainnya.

"Khusus Museum Kretek ditarget Rp 237,5 juta, baru terealisasi 138,8 juta atau 58,45 persen.

Untuk Museum Purbakala Patiayam saat ini belum ditarget PAD," jelasnya. 

Mutrikah menambahkan, objek wisata Colo masih menjadi tumpuan pendapatan PAD melalui portal masuk, parkir teminal wisata Colo, hingga penginapan Graha Muria.

Pihaknya bakal gencar melakukan promosi destinasi wisata yang ada di Kota Kretek, dengan tujuan untuk menarik kunjungan wisatawan dari berbagai daerah. 

Utamanya destinasi wisata yang ada di lereng Gunung Muria yang mengalami perkembangan cukup pesat.

Baik dari segmen wisata alam, desa wisata, hingga wisata kuliner.

"Pengembangan wisata di desa wisata penyangga, akan jadi multiplier effect untuk peningkatan ekonomi bagi masyarakat sekitar," ujarnya.

Koordinator Museum Situs Purbakala Patiayam Kudus, Jamin mengatakan, Museum Patiayam saat ini sudah dilakukan pembenahan.

Gedung baru museum sudah dilakukan penataan mencapai 60 persen.

Total saat ini sudah ada 200-an fosil atau koleksi yang dipajang di gedung baru dan gedung lama Museum Purbakala Patiayam.

Hanya saja, kata Jamin, gedung baru belum dibuka secara resmi.

Pihaknya berharap, penataan museum bisa segera rampung, supaya Museum Purbakala Patiayam bisa dibuka untuk umum dan bisa menyumbang PAD pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus.

"Kami belum tahu kapan gedung baru bisa dibuka secara resmi."

"Yang jelas saat ini masih proses penataan ruangan dan koleksi sudah mencapai 60 persen."

"Sudah ada puluhan koleksi yang bisa dilihat langsung oleh pengunjung di gedung baru museum," tuturnya. (sam)

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved