Kamis, 11 Juni 2026

Berita Kudus

Tradisi Nyatai Tumbuh Subur saat Iduladha, Kios Arang Ngatini Kudus Ramai Diserbu Warga

Tradisi bikin satai atau nyatai saat Iduladha, menjadi momen penjual arang untuk meraup cuan. Misalnya, kios arang Ngantini Kudus ramai diserbu warga.

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Yayan Isro Roziki
TribunMuria.com/Rezanda Akbar D
Kios arang dan perlengkapan satai milik Ngatini, di Kudus, ramai diserbu warga saat momen Iduladha. 

TRIBUNMURIA.COM, KUDUS — Tradisi membuat satai atau nyatai daging hewan kurban, yang jamak terjadi di Tanah Air, menjadi momen penjual arang meraup cuan.

Seusai umat muslim menjalankan ibadah Salat Iduladha dan memotong hewan kurban, sejumlah kios penjual perlengkapan satai ramai dikunjungi warga. 

Seperti halnya di Kabupaten Kudus, penjual perlengkapan satai ini terus-terusan dirubung pembeli dari pagi hingga sore. 

Kios tersebut menyediakan arang, tusuk satai, perlengkapan bakaran, kipas anyaman, capit makanan dan sebagainya. 

"Ramai jualan arang itu sudah dari idulfitri. Waktu sepuluh hari sebelum Iduladha lebih ramai, lagi sampai tiga hari selanjutnya," ucap Ngatini, penjual arang di kios perlengkapan satai, di Jalan Pencangaan, Kudus, Kamis (29/6/2023). 

Momen Iduladha, kata dia, sangat berdampak kepada jumlah penjualan arang di kiosnya. 

"Kalau hari biasa ya paling ramai lima karung. Kalau seperti ini saja bisa sampai 35-40 karung," jelasnya. 

Arang tersebut dia jual dengan harga yang bervariatif, mulai dari Rp3.000-an untuk plastik kresek kecil hingga tergantung permintaan harga. 

Selain arang, tusuk satai pun juga laku di pasaran.

Untuk tusuk satai seharga Rp2.000 berisikan 27 tusuk sedangkan Rp15.000 berisikan 142 tusuk. 

"Tusuk satai ya ramai banyak yang beli, jual ecer ada yang besar ya ada."

"Terus juga ada bakaran satai harganya mulai Rp10 ribu sama kipas satai Rp3.000-an," tambahnya. 

Sementara itu, Indriyani atau Iin, membeli arang di kios Ngatini karena harganya murah. 

"Sudah jadi tradisi untuk nyatai kalau waktu Iduladha ini beli arang sama tusuk satai di ibu Ngatini karena harganya murah," ucapnya. (Rad) 

 

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved