Jumat, 10 April 2026

Berita Nasional

Ayah Mario, Rafael Alun Trisambodo Minta Maaf ke GP Ansor, Siap Buka-bukaan soal Harta Kekayaannya

Ayah Mario, Rafael Alun Trisambobo Minta Maaf Secara Terbuka ke David, Jonathan Latumahina, GP Ansor & PBNU, Siap Buka-bukaan soal Harta Kekayaannya

|
Tribunnews.com
Kolase foto: Kepala Bagian Umum Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Selatan II, Rafael Alun Trisambodo dan anaknya, Mario Dandy Satriyo yang bergaya dengan Harley Davidson. 

TRIBUNMURIA.COM, JAKARTA - Mantan Kepala Bidang Pemeriksaan, Penagihan, Intelijen, dan Penyidikan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Tengah I, Rafael Alun Trisambodo, akhirnya angkat bicara.

Pejabat eselon II Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementrian Keuangan itu, meminta maaf secara terbuka kepada keluarga David (17), khususnya Jonathan Latumahina, keluarga besar GP Ansor, PBNU, dan masyarakat luas secara umum.

Rafael Alun Trisambodo juga siap buka-bukaan mengenai asal-usul harta kekayaannya yang mencapai Rp56 miliar, hanya selisih Rp2 miliar dari Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang punya kekayaan sektiar Rp58 miliar.

Ayah Mario Dandy Satrio (20) yang merupakan pejabat pajak bernama Rafael Alun Trisambodo meminta maaf atas kasus penganiayaan yang dilakukan anaknya.
Ayah Mario Dandy Satrio (20) yang merupakan pejabat pajak bernama Rafael Alun Trisambodo meminta maaf atas kasus penganiayaan yang dilakukan anaknya. (Tangkapan layar video/Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti)

Diketahui, anak Rafael Alun Trisambodo, Mario Dandy Satrio (20), merupakan tersangka penganiayaan terhadap David (17), putra  dari salah satu Pengurus Pusat (PP) GP Ansor, Jonathan Latumahina.

Saat ini, Rafael Alun Trisambodo menjabat sebagai kepala Bagian Umum Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Selatan II.

Baca juga: Rafael Alun Pernah Tugas di DJP Jateng, Ayah Penganiaya Anak GP Ansor, Harta Kekayannya Fantastis

Baca juga: Rafael Alun Kekayaannya Beda Tipis dengan Sri Mulyani, Rubicon dan Harley Tak Terdaftar di LHKPN

Baca juga: Putranya Dianiaya Anak Pejabat Ditjen Pajak hingga Koma, Pengurus GP Ansor Tutup Pintu Damai

"Dengan ini menyampaikan permintaan maaf kepada mas David dan keluarga besar bapak Jonathan."

"Keluarga Besar PBNU dan keluarga besar GP Ansor dikarenakan perbuatan putra saya menyebabkan luka serius dan trauma yang mendalam," kata Rafel dalam video yang diterima, Kamis (23/2/2023).

Rafael menegaskan bahwa permasalahan yang dilakukan putranya merupakan permasalahan pribadi dan tidak menyangkut institusi.

Lebih lanjut, Rafael menyadari jika sikap dan perbuatan Mario telah membuat kegaduhan masyarakat dan tidak diterima dalam bentuk apapun.

"Kami akan mengikuti seluruh proses hukum yang sedang berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ucapnya.

Siap Buka-bukaan Harta Kekayaan

Kolase foto: Kepala Bagian Umum Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Selatan II, Rafael Alun Trisambodo dan anaknya, Mario Dandy Satriyo yang bergaya dengan mobil mewah Jeep Rubicon yang tak dibayarkan pajaknya.
Kolase foto: Kepala Bagian Umum Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Selatan II, Rafael Alun Trisambodo dan anaknya, Mario Dandy Satriyo yang bergaya dengan mobil mewah Jeep Rubicon yang tak dibayarkan pajaknya. (Sripoku.com)

Rafael Alun Trisambodo juga tengah disorot kekayaannya buntut kasus penganiayaan yang dilakukan anaknya, Mario Dandy Satrio (20).

Terkait itu, Rafael mengaku siap buka-bukaan terkait harta kekayaan yang dia miliki.

"Terkait pemberitaan mengenai harta kekayaan saya terkait bentuk pertanggungan jawab saya siap, siap memberikan klarifikasi terkait harta kekayaanyang saya miliki," kata Rafael dalam video yang diterima, Kamis (23/2/2023).

Rafael mengatakan dirinya siap untuk diperiksa oleh Inspsektorat Jenderal Kementerian Keuangan terkait dengan harta kekayaan tersebut.

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved