Berita Jateng

Dongkrak Mutu Pendidikan, 21 Sekolah di Blora Ikuti Sekolah Penggerak

Sebanyak 21 sekolah yang ada di Kabupaten Blora bakal ikuti Program Sekolah Penggerak (PSP) tahun ini.

Penulis: Ahmad Mustakim | Editor: Moch Anhar
TRIBUNMURIA.COM/AHMAD MUSTAKIM
Kepala Bidang Pembinaan pendidikan dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Titik Umiyati saat ditemui tribunmuria.com di kantornya 

TRIBUNMURIA.COM, BLORA – Sebanyak 21 sekolah yang ada di Kabupaten Blora bakal ikuti Program Sekolah Penggerak (PSP) tahun ini.

Mereka terdiri dari sekolah berbagai jenjang yang ada di Kota Samin ini. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Aunur Rofiq melalui Kepala Bidang Pembinaan pendidikan dasar Titik Umiyati menjelaskan, para sekolah yang berhasil lolos itu telah mendaftar sejak tahun lalu. 

Sedangkan mulai pelaksanaan diperkirakan sekitar Juli mendatang. 

Baca juga: Realisasi Jalan Tol Lingkar Timur-Selatan Solo Masih Lama, Juliyatmono Ngotot agar Proyek Terwujud

"Blora hanya sedikit, karena waktu itu bebarengan dengan guru penggerak. Beberapa kepala sekolah menjadi pendamping praktik, sehingga mereka fokusnya di Guru penggerak," jelasnya kepada TribunMuria.com, Selasa (24/1/2023). 

Menurutnya, kepala sekolah yang bisa mendaftarkan sekolah untuk mengikuti PSP masih memiliki sisa masa kerja minimal satu periode jabatan. 

Hal itu juga memengaruhi jumlah sekolah yang mendaftar.

Meski begitu, pihaknya mengaku akan memaksimalkan sekolah agar dapat mendaftar di PSP periode mendatang. 

"Kepala sekolah yang mendaftar kebanyakan berusia di atas 50 tapi di bawah 55. Rerata kepala sekolah memang sudah sepuh," jelasnya. 

Sedangkan, lanjut Titik, yang muda-muda udah terekrut di pendamping praktik, sehingga yang di sekolah penggerak ini hanya tersisa sedikit. 

"Jadi nanti yang belum terekrut di pendamping praktik, belum di sekolah penggerak, akan saya arahkan ke sana," terangnya.

Dirinya menjelaskan, sebanyak 21 sekolah itu terdiri atas 7 Taman kanak-kanak (TK), 9 sekolah dasar (SD), 3 sekolah menengah pertama (SMP), lalu 1 sekolah menengah atas (SMA), serta 1 sekolah luar biasa (SLB). 

Seleksi PSP menurutnya terdiri atas dua tahapan utama. 

Tahap pertama yakni dengan menyertakan identitas dan persyaratan administratif, serta menjawab esai yang telah disiapkan secara daring. 

Sedangkan tahap kedua yaitu praktik mengajar dan wawancara. 

Baca juga: Polres Sukoharjo Tangkap Manusia Silver Pembunuh Gadis di Kebun Kosong Belakang Karaoke Grogol

"Praktik mengajarnya diberi waktu sepuluh menit secara online. Seakan-akan seperti mengajar beneran," terangnya. 

Sementara itu, Kasi Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Fiqri Hidayat menambahkan, PSP merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan kapasitas kepala sekolah dalam mengembangkan sekolah yang dipimpinnya. 

"Adanya program sekolah penggerak di kabupaten blora diharapkan bisa menjadi pemantik sekolah lain untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Blora," harap Fiqri Hidayat. (*) 

Sumber: TribunMuria.com

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved