Berita Jateng
Menikmati Bakso Langsung dari Wajan di Warung Mbak Handa Semarang, Ada Sensasi saat Menyantapnya
Bakso menjadi satu di antara kuliner favorit yang diburu pembeli. Namun, ada yang unik dengan warung Bakso Wajan Mbak Handa.
Penulis: Agus Salim | Editor: Moch Anhar
TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Bakso menjadi satu di antara kuliner favorit yang diburu pembeli.
Umumnya, penjual menyajikan bakso di mangkuk kecil maupun sedang.
Namun, ada yang berbeda dengan warung Bakso Wajan Mbak Handa. Warung bakso tersebut memiliki keunikan yang jarang ditemukan di warung bakso lainnya.
Warung bakso yang berlokasi di Jl Bukit Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang ini menyajikan bakso dan mie ayam bukan dengan mangkok, melainkan menggunakan wajan mini.
Baca juga: Cerita Lissa Sematkan Branding Kain Lurik Ganjar, Produk Tradisional Klaten Tembus Mancanegara
Pemilik warung bakso, Yuzmanto menuturkan penyajian bakso di wajan ini menjadi ciri khas warung miliknya sekaligus menarik perhatian pembeli.
"Menjadi salah satu daya tarik pembeli," kata Yuzmanto ditemui TribunMuria.com di rumahnya yang juga menjadi lokasi warung bakso wajan, Jumat (16/12/2022).

Mas Yuz, begitu lelaki tersebut disapa, mendapatkan ide penyajian bakso di wajan saat ia bersama istrinya saat berada di pasar Johar.
Di sana, ia melihat pedagang wajan kecil. Seketika, Mas Yuz tercetus ide untuk membuat warung bakso wajan.
"Awalnya lagi bareng istri belanja di pasar. Melihat penjual wajan. Dari situ kemudian muncul ide," imbuhnya.
Adapun ukuran wajan yang digunakan Mas Yuz untuk menyajikan bakso memiliki diameter sekira 7-8 cm.
"Cukuplah untuk satu porsi,” terangnya.
Oleh testimoni pelanggan, ia bercerita ada 2 menu andalan yang paling disukai oleh pelanggannya. Yakni bakso wajan galak dan bakso wajan campur roso.
Mas Yuz menjelaskan, bakso wajan galak adalah olahan daging sapi yang dibentuk kerucut menyerupai tumpeng.
Lalu, bakso yang berbentuk tumpeng tersebut diguyur dengan kuah kaldu sapi yang bercita rasa pedas.
"Bakso wajan galak berisi sambal dan beberapa bakso kecil di dalamnya. Ada juga irisan tahu dan jeroan sapi yang disajikan sebagai pelengkap," kata dia.
Selain bakso wajan galak, menu lain yang tak kalah sedap untuk disantap adalah bakso wajan campur roso.
Bakso jenis ini, kata Mas Yuz dibuat terbatas. Bentuknya juga berbeda dengan bakso wajan galak yang berbentuk kerucut.
Bakso wajan campur roso dibuat dengan ukuran sedang dengan varian 4 rasa yang unik, disatukan dalam satu wajan.
Dengan varian rasa berupa keju, telur, lombok dan cincang.
"Kalau bakso wajan campur roso biasanya cepat habis. Karena kami membuatnya terbatas. Jadi biasanya beberapa pelanggan suka pesan lewat WhatsApp supaya kebagian,” ujarnya.
Selain dua menu tersebut.
Ada banyak menu lain yang tak kalah lezatnya, seperti bakso wajan manak, bakso biasa, mie ayam wajan, mie ayam bakso dan mie ayam bakso manak.
Harga untuk satu porsi bakso wajan galak, bakso wajan manak, bakso wajan campur roso, dan mie ayam bakso manak dibanderol Rp 25.000.
Sedangkan bakso biasa Rp 17.000, mie ayam wajan Rp 11.000 dan mie ayam bakso Rp 15.000.
Warung bakso unik yang dirintis sejak bulan 2019 ini mulai buka pukul 11 siang dan biasanya tutup waktu sholat isya.
Baca juga: Sosok Viral Asrori Lansia Berusia 101 Tahun Gemar Sedekah Nasi Bungkus, Resep Panjang Umur?
Sedangkan pada hari weekend atau hari libur tutupnya lebih cepat, yaitu sekitar jam 3 sore atau waktu solat ashar.
“Ditambah bakso dan mie ayam tiap hari alhamdulillah kita bisa menghabiskan 200 hingga 300 porsi wajan.”
Kini, Mas Yuz sudah memiliki 4 karyawan tetap.
Sementara itu, satu di antara pembeli Rama (23) mengaku tertarik ingin mencicipi bakso wajan mbak Handa karena cara penyajiannya yang unik dan rasanya yang memanjakan lidah.
"Ke sini karena tertarik dengan penyajiannya. Dan setelah dicicipi, rasanya enak. Apalagi disantap waktu hujan begini," katanya. (*)