Bisnis dan Keuangan

TKDD Dominasi Total Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Tengah, Nilainya Capai Rp49,76 Triliun

Nilai Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) ke Jateng sebesar Rp49,76 triliun atau 66,31 persen dari total pendapatan daerah Provinsi Jateng.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Yayan Isro Roziki
istimewa/net
Ilustrasi dana transfer daerah. 

Realisasi tersebut tumbuh 2,14 persen dibandingkan TA 2021, dengan pertumbuhan terbesar dari realisasi DAK Fisik sebesar 46,16 persen.

Khusus penyaluran kredit program baik itu Kredit Usaha Rakyat maupun Ultra Mikro di Jateng sampai dengan 30 September 2022 telah tersalurkan sebesar Rp51,00 triliun kepada 1.444.950 debitur dengan rincian Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp50,37 triliun untuk 1.277.472 debitur, dan kredit Ultra Mikro (UMi) telah tersalurkan sebesar Rp0,63 triliun untuk 167.478 debitur.

Dibandingkan periode Agustus 2022, penyaluran KUR tumbuh sebesar Rp 5,99 triliun (13,50 persen) dan jumlah debitur meningkat sebanyak 136.991 debitur.

Sedangkan penyaluran UMi tumbuh sebesar Rp 0,02 triliun (3,28 persen) dan meningkat 8.298 debitur.

Selanjutnya terkait upaya pemulihan ekonomi nasional, realisasi anggaran penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) 2022 hingga 30 September 2022 adalah sebesar Rp21,88 triliun yang terdiri dari realisasi bidang Kesehatan senilai Rp3,42 triliun, bidang Perlindungan Masyarakat sebesar Rp14,47 triliun dan Rp4,00 triliun untuk Penguatan Pemulihan Ekonomi.

Dana bidang perlindungan sosial merupakan bantuan kepada masyarakat yang diwujudkan dalam program keluarga harapan (Rp 3,46 triliun), bantuan sembako (Rp5,83 triliun), bantuan langsung tunai (BLT) desa (Rp2,46 triliun), BLT minyak goreng (Rp0,97 triliun), BLT BBM (Rp1,05 triliun), dan bantuan subsidi upah (Rp0,69 triliun).

"Menyikapi dinamika dampak kenaikan BBM di Jawa Tengah, Kemenkeu Satu Jateng bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kepolisian dan para pemangku kepentingan lainnya telah berdiskusi, berkoordinasi dan sinergi serta berkomitmen untuk melakukan upaya penanganan dampak dimaksud.

Akselerasi belanja APBN dan APBD melalui forum ALCo Jawa Tengah diharapkan dapat meningkatkan pembangunan wilayah yang berkelanjutan dan berkualitas demi terwujudnya kesejahteraan dan kemajuan masyarakat Jawa Tengah," tukasnya. (*)

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved