Rabu, 20 Mei 2026

Berita Jateng

Akses Sulit Dijangkau, SMPN 4 Bawang Terapkan Pendidikan Berbasis 'Boarding School'

SMPN 4 Bawang bertransformasi menjadi Sekolah Berbasis Asrama atau Boarding School karena sulitnya akses jalan.

Tayang:
Penulis: Dina Indriani | Editor: Raka F Pujangga
dok Diskominfo Batang
SMPN 4 Bawang akan bertransformasi menjadi Sekolah Berbasis Asrama atau Boarding School. 

TRIBUNMURIA.COM,BATANG - Terletak di daerah geografis yang cukup ekstrem, antara lereng Gunung Prau dan Gunung Sipandu, menjadikan warga Desa Pranten Kecamatan Bawang cukup sulit menjangkau akses pendidikan.

Hal itu menginisiasi SMPN 4 Bawang bertransformasi menjadi Sekolah Berbasis Asrama atau Boarding School.

Baca juga: Anggaran Pembangunan Sekolah dan Puskesmas Rp30 Miliar Lebih, Komisi D DPRD Kudus: Kami Kawal

Kepala Bidang Pembinaan SMP, Disdikbud Batang Sumanto mengatakan, medan yang cukup terjal membuat orang tua khawatir akan keselamatan anak-anaknya.

Terlebih jika cuaca sedang hujan lebat rawan terjadi longsor, dan kalau mau lewat pun harus memutar desa di Kabupaten Banjarnegara.

“Maka kepala sekolah berinisiatif untuk mengasramakan anak, setelah Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selesai, dilanjutkan dengan pelajaran agama,” tuturnya dalam keterangan rilis, Senin (10/10/2022).

Baca juga: Museum Jenang Kudus Pamerkan 35 Koleksi Kaligrafi Karya Putra Daerah

Dikatakannya, SMPN 4 Bawang merupakan satu-satu SMP Negeri di Kabupaten Batang yang memiliki pondok pesantren.

“Biaya pendidikan biaya hidup seluruh siswanya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Batang, besaran anggaran yang digelontorkan tahun 2022 mencapai Rp 500 juta,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya kekerasan seksual maupun perundungan, pihak sekolah juga memasang kamera pengawas di beberapa titik yang rawan disalahgunakan pada perilaku yang melenceng.

“Kami juga melibatkan rekan sebaya mereka untuk menjadi Agen Roots yang menjadi pengawas, sehingga meminimalkan terjadinya pelecehan seksual maupun perundungan,” tegasnya.

Baca juga: Berdedikasi Tinggi, Empat Anggota Polres Blora Terima Penghargaan Ini

Ia menerangkan, program Roots di Kabupaten Batang dilaksanakan pada empat institusi pendidikan.

“SMPN 4 Bawang, SMP Rafirna Tersono, SMP Subhana Subah dan SMP Al Minhaj Bandar,” tuturnya.

Kepala SMPN 4 Bawang Mulud Sugito mengatakan bording school ini selain pendidikan umum, anak didik juga akan memperoleh pendidikan agama setara pondok pesantren.

“Selama berada di asrama, akan memperoleh materi seputar akhlak, fikih, ilmu hadis, Kitab Kuning, bahasa Arab dan tajwid," ujarnya 

Sementara itu, untuk jam belajar dimulai pukul 14.00 hingga  17.00 WIB pembelajaran klasikal dan pukul 18.30 – 20.30 WIB diintensifkan pada kajian kitab dan ilmu-ilmu lainnya,” terangnya.

Untuk pengasuh pondok pihak sekolah mengangkat tenaga layanan khusus, yakni lima ustaz dan ustazah.

“Mereka dari berbagai pondok pesantren dan tinggal di asrama selama 24 jam,” ungkapnya.

Baca juga: Tak Hanya Wisata Air Panas, DTW Guci Menambah Spot Wisata Baru

Lebih lanjut, ketika sekolah reguler materi yang diterapkan kolaborasi antara Kurikulum 13 dan Kurikulum Merdeka.

Ia memastikan, para orang tua secara sepenuhnya menyerahkan putra-putrinya untuk dididik di SMPN 4 Bawang Bording School.

Mulud Sugito berharap, di masa depan lulusan SMPN 4 Bawang Bording School selain menguasai ilmu pengetahuan umum juga memiliki adab yang baik. 

“Untuk memastikan keamanan anak didik, kami menjemput di rumah masing-masing dan saat tengah semester maupun akhir semester diizinkan kembali ke rumah,” pungkasnya.(din)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved