Berita Kudus
Hartopo Komitmen Perhatikan Situs Patiayam
Bupati Kudus HM Hartopo komitmen memperhatikan dan mengembangkan situs purbakala Patiayam.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Bupati Kudus HM Hartopo komitmen memperhatikan dan mengembangkan situs purbakala Patiayam. Bentuk perhatiannya yakni dengan mengalokasikan anggaran senilai Rp 2 miliar tahun ini untuk pengembangan museum yang terletak di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus.
Pengembangan dan perhatian untuk Patiayam menurut Hartopo penting. Pasalnya di sana bisa menjadi ajang untuk pengembangan ilmu pengetahuan berikut wahana rekreasi. Karena itu Kudus bisa semakin dikenal.
"Setiap tahun harus ada pengembangan terkait museum (Patiayam) karena mengingat koleksi yang banyak," kata Hartopo.
Perhatian terhadap situs yang sarat akan nilai sejarah dan ilmu pengetahuan itu, bagi Hartopo, harus dilakukan secara berkelanjutan. Kenapa demikian, agar progres perkembangan di Patiayam terus meningkat.
Menurut Hartopo, jika melihat potensi yang ada di Patiayam, maka pihaknya komitmen akan terus memperhatikan. Pasalnya, potensi sejarah yang terkandung di situs Patiayam belum tentu dimiliki daerah lain. Menurutnya, ini menjadi daya tarik tersendiri.
"Petugas dari Sangiran bilang Kudus ini sangat luar biasa, belum tentu yang dimiliki Kudus dimiliki daerah lain," kata dia.
Pemerintah sudah komitmen memberikan perhatian, oleh karenanya Hartopo berharap agar masyarakat turut mendukung. Masyarakat Kudus juga harus tahu pasti kalau di Kudus ada potensi besar dari sisi sejarah purbakala berikut perantinya.
"Masyarakat harus tahu potensi di Kudus terkait masalah situs purbakala, masyarakat harus tahu. Ini suatu produk budaya manusia zaman lampau. Ini sebagai ajang wisata dan edukasi," katanya.
Bentuk konkret komitmen perhatian saat ini Pemerintah Kabupaten Kudus telah mengucurkan alokasi anggaran senilai Rp 2 miliar untuk pengembangan museum. Museum yang saat ini ada akan ditambah satu museum lagi tepat di sampingnya. Hanya saja anggaran sebesar itu dirasa Hartopo masih kurang mengingat banyaknya benda purbakala yang disimpan di museum.
"Kami anggarkan Rp 2 miliar tidak mencukupi karena saking banyaknya benda. Saya kemarin waduh kok barang seperti sampah makanya kami harus bergerak," kata Hartopo.
Meski anggaran dirasa kurang, kata Hartopo, dia janji akan bertahap dalam melakukan pengembangan di Patiayam. Tentunya tahun depan bakal dianggarkan lagi. Syaratnya tidak ada hal-hal mendesak yang bisa mengubah komposisi anggaran daerah. Pasalnya, anggaran harus disalurkan untuk hal-hal yang penting terlebih dahulu. Misalnya untuk penanganan inflasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/hartopo-cek-patiayam.jpg)